<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kemenhub RI Archives - Portal Luwuk</title>
	<atom:link href="https://portalluwuk.com/tag/kemenhub-ri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://portalluwuk.com/tag/kemenhub-ri/</link>
	<description>Satu Untuk Semua</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2023 12:55:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://portalluwuk.com/wp-content/uploads/2022/12/portalluwuk2-90x90.png</url>
	<title>Kemenhub RI Archives - Portal Luwuk</title>
	<link>https://portalluwuk.com/tag/kemenhub-ri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sertifikat Lahan Masih Dalam Proses BPN, Dishub Banggai Diminta Bersabar</title>
		<link>https://portalluwuk.com/sertifikat-lahan-masih-dalam-proses-bpn-dishub-banggai-diminta-bersabar/</link>
					<comments>https://portalluwuk.com/sertifikat-lahan-masih-dalam-proses-bpn-dishub-banggai-diminta-bersabar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2023 12:54:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banggai]]></category>
		<category><![CDATA[BPKAD]]></category>
		<category><![CDATA[BPN Banggai]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[Ferry]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub RI]]></category>
		<category><![CDATA[Pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rudi Sangadji]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikat]]></category>
		<category><![CDATA[Tasrik Djibran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portalluwuk.com/?p=399</guid>

					<description><![CDATA[<p>Portal Luwuk &#8211; Beda pendapat soal belum adanya...</p>
<p>The post <a href="https://portalluwuk.com/sertifikat-lahan-masih-dalam-proses-bpn-dishub-banggai-diminta-bersabar/">Sertifikat Lahan Masih Dalam Proses BPN, Dishub Banggai Diminta Bersabar</a> appeared first on <a href="https://portalluwuk.com">Portal Luwuk</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Portal Luwuk &#8211; </strong>Beda pendapat soal belum adanya sertifikat rencana pembangunan pelabuhan Ferry di Desa Pangkalasean Kecamatan Balantak Utara Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, terus bergulir.</p>



<p>Sebelumnya, masalah sertifikat ini disesalkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banggai Tasrik Djibran karena tak kunjung terbit.</p>



<p>Orang nomor satu di Dishub Banggai ini mengatakan, terhambatnya proses persetujuan penganggaran oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk rencana pembangunan pelabuhan Ferry Pangkalasean tahun 2022, akibat tidak adanya sertifikat lahan.</p>



<p>Ini karena lambanya kinerja pihak aset. Yang leading sektornya ada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Banggai.</p>



<p>“Pengurusan sertifikat yang dilakukan BPKAD lambat. Kami sempat bantu ambil alih, namun terkendala pembiayaan. Mestinya sedari awal diseriusi bidang aset,”kata Tasrik Djibran sebagaimana diberitakan media ini, Rabu (04/01/22).</p>



<p>Kepala Bidang Aset BPKAD Kabupaten Banggai Rudi Sangadji menjelaskan, dalam memproses sebuah sertifikat ada mekanisme yang mengatur.</p>



<p>Bidang aset sudah berupaya agar sertifikat bisa keluar tahun 2022. Namun masih ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi. Dan yang tahu itu pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banggai.</p>



<p>&#8220;Semua berkas sudah lama berproses di BPN. Bahkan sudah pernah turun meninjau lokasi. Waktu itu Dishub Banggai juga ikut turun mendampingi BPN bersama bidang aset ke lokasi,&#8221;kata Rudi Sangaji melalui telpon selulernya, Kamis (05/01/23).</p>



<p>Rudi menambahkan, penjelasan pihak BPN masih perlu dilakukan pengukuran ulang. Sebab terdapat dua bidang tanah yang perlu dicocokkan kembali ukuranya.</p>



<p>Yang satunya hibah dan satu lagi bersertifikat. &#8220;Mungkin kelebihan ukur atau bagaimana. Yang tahu itu pihak BPN,&#8221;tandas Rudi.</p>



<p>Ia menjelaskan, sesuai hasil konsultasi pihaknya bersama BPN, sertifikat bisa keluar dalam waktu dekat ini. Tentu setelah semua persyaratan terpenuhi.</p>



<p>&#8220;Mohon pihak Dishub juga bersabar. Karena domain melahirkan sertifikat, bukan wewenang kami, tapi BPN. Kami disini berupaya agar sertifikat ini keluar lebih cepat, lebih baik,&#8221;ujarnya.*</p>
<p>The post <a href="https://portalluwuk.com/sertifikat-lahan-masih-dalam-proses-bpn-dishub-banggai-diminta-bersabar/">Sertifikat Lahan Masih Dalam Proses BPN, Dishub Banggai Diminta Bersabar</a> appeared first on <a href="https://portalluwuk.com">Portal Luwuk</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalluwuk.com/sertifikat-lahan-masih-dalam-proses-bpn-dishub-banggai-diminta-bersabar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sertifikat, Hambat Rencana Pembangunan Pelabuhan Ferry Pangkalasean</title>
		<link>https://portalluwuk.com/sertifikat-hambat-rencana-pembangunan-pelabuhan-ferry-pangkalasean/</link>
					<comments>https://portalluwuk.com/sertifikat-hambat-rencana-pembangunan-pelabuhan-ferry-pangkalasean/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2023 09:29:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banggai]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub Banggai]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub RI]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelabuhan Ferry]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikat]]></category>
		<category><![CDATA[Terhambat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portalluwuk.com/?p=372</guid>

					<description><![CDATA[<p>Portal Luwuk &#8211; Rencana pemerintah daerah Kabupaten Banggai...</p>
<p>The post <a href="https://portalluwuk.com/sertifikat-hambat-rencana-pembangunan-pelabuhan-ferry-pangkalasean/">Sertifikat, Hambat Rencana Pembangunan Pelabuhan Ferry Pangkalasean</a> appeared first on <a href="https://portalluwuk.com">Portal Luwuk</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Portal Luwuk &#8211; </strong>Rencana pemerintah daerah Kabupaten Banggai melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banggai untuk menambah infrastruktur kepelabuhanannya, masih mengalami banyak kendala.</p>



<p>Salah satunya terhambat soal hibah lahan yang belum bersertifikat. Akibatnya, rencana pembangunan pelabuhan Ferry di Desa Pangkalasean, Kecamatan Balantak Utara ikut terdampak.</p>



<p>Lokasi lahan hibah warga untuk pembangunan infrastruktur tersebut, hingga kini mandek alias tak kunjung memiliki sertifikat.</p>



<p>Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia pun tak bisa mengalokasikan anggaran pembangunannya.</p>



<p>&#8220;Sedianya tahun 2022 sudah mulai jalan pembangunanya. Namun masih terkenda sertifikat lahan, karena itu syarat yang diminta kementerian,&#8221;kata Kadisbub Banggai Tasrik Djibran saat ditemui Portal Luwuk di ruang kerjanya, Selasa (0301/23).</p>



<p>Namun Tasrik tak berkecil hati. Sebab program pembangunan pelabuhan Pangkalasean masih dijanjikan Kemenhub RI untuk dibangun tahun 2023. Sesuai hasil zoom meeting bersama biro kementerian, beberapa waktu lalu,&#8221;ujar Tasrik.</p>



<p>Ia menjelaskan, tidak terpenuhinya persyaratan sertifikat yang diminta kementrian tersebut, akibat lambanya kinerja pihak aset. Yang leading sektornya ada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Banggai.</p>



<p>&#8220;Selama ini progres pengurusan sertifikat yang dilakukan BPKAD melambat. Kami sempat bantu ambil alih, namun terkendala pembiayaan. Mestinya ini harus diseriusi bidang aset,&#8221;tuturnya.</p>



<p>Perkiraaan dana yang sudah disiapkan kementrian sebagaimana draf usulan proposal terferifikasi, mencapai Rp 27 miliar lebih. Sudah didalamnya rencana pembangunan dermaga, perkantoran dan fasilitas pendukung lainya.</p>



<p>&#8220;Tidak usah khawatir. Lambat maupun cepat, program ini akan dibangun. Karena sudah masuk dalam Renstra (Rencana Strategi) Kementerian RI. Yang dituntut disini, apakah kita mampu menyiapkan sertifikat lahan atau tidak,&#8221;tanya Tasrik.</p>



<p>Ia menambahkan, penting sebuah daerah menyiapkan infrastruktur. Untuk menjadi pintu masuk investasi dalam membuka ruang ekonomi.</p>



<p>Khususnya bisa dirasakan warga kepala burung, yang meliputi Kecamatan Masama, Lamala, Mantoh, Balantak Selatan, Balantak, Balantak Utara dan Bualemo.</p>



<p>Termasuk dalam penyerapan tenaga kerja lokal. Para wisatawan yang ingin berkunjung ke pulau dua, akan membuat roda ekomomi tumbuh dan berkembang di wilayah itu.</p>



<p>Akses jalan yang selama ini sulit dilalui, sudah pasti ikut diperbaiki. Karena itu bagian dari persyaratan bisa dibangunya sebuah pelabuhan pada wilayah tertentu.</p>



<p>&#8220;Tanpa jalan memadai, bagaimana bisa aktifitas kepelabuhanan terdukung. Mulai dari aktifitas penumpang dan barang akan mengalami kesulitan akses darat,&#8221;imbuhnya.</p>



<p>Namun jika semua sarana dan prasarana dibangun memadai, inkam perkapita masyarakat ikut terdorong, khususnya bagi warga lokal. Dan daerah pun ikut keciprat sumber pendapatan.</p>



<p>&#8220;Program kami ini, arahnya bagaimana visi misi bupati tercapai lewat kebijakan pengembangan sarana dan prasarana perhubungan laut, darat dan udara,&#8221;pungkasnya.*</p>
<p>The post <a href="https://portalluwuk.com/sertifikat-hambat-rencana-pembangunan-pelabuhan-ferry-pangkalasean/">Sertifikat, Hambat Rencana Pembangunan Pelabuhan Ferry Pangkalasean</a> appeared first on <a href="https://portalluwuk.com">Portal Luwuk</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalluwuk.com/sertifikat-hambat-rencana-pembangunan-pelabuhan-ferry-pangkalasean/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
