SKRIP BANER ATAS
BanggaiInfo PUPRPUPR BanggaiTerbaru

PUPR Banggai Rehabilitasi Jembatan Kayu Pasar Simpong Luwuk, Gunakan Atap agar Lebih Tahan Lama 

3
×

PUPR Banggai Rehabilitasi Jembatan Kayu Pasar Simpong Luwuk, Gunakan Atap agar Lebih Tahan Lama 

Sebarkan artikel ini
Dinas PUPR Banggai merampungkan rehabilitasi jembatan kayu Pasar Simpong Luwuk sehingga layak digunakan pejalan kaki. (Dok Bina Marga PUPR Banggai)

PORTAL LUWUK—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai melakukan rehabilitasi terhadap jembatan kayu di Pasar Simpong, Luwuk, untuk menjadikannya lebih layak digunakan.

Rehabilitasi jembatan kayu ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas PUPR.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Selain melakukan pembangunan kembali konstruksi Pasar Simpong yang sempat terbakar beberapa tahun lalu, Pemkab Banggai juga memperhatikan infrastruktur kecil yang sangat vital dan penting bagi pedagang dan warga sekitar. Infrastruktur jembatan kayu tersebut tidak kalah penting untuk mendukung kelancaran aktivitas pasar terbesar di Kabupaten Banggai.

Melalui Dinas PUPR Banggai, Bupati Banggai Amirudin Tamoreka dan Wakil Bupati Furqanuddin Masulili mengalokasikan anggaran sekitar Rp 199,9 juta dalam APBD 2024 untuk rehabilitasi jembatan kayu tersebut.

Baca Juga :  Participating Interest 10% untuk Banggai, BUMD Harus Siap

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Banggai, Fikri Dari, yang ditemui bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bina Marga, Munfarid Arifat, menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp 200 juta dialokasikan untuk rehabilitasi jembatan kayu Jole Pantai yang juga dikenal sebagai Jembatan Kayu Pasar Simpong. Proses ini dilakukan melalui metode pengadaan langsung.

“Anggaran untuk proyek rehabilitasi ini sekitar Rp 200 juta,” kata Fikri Dari.

Dengan anggaran tersebut, jembatan kayu yang sebelumnya dalam kondisi rusak parah kini telah direhabilitasi. Fikri menjelaskan bahwa lantai jembatan yang sudah lapuk dan berpotensi membahayakan pejalan kaki telah diganti dengan papan setebal 6 cm.

Selain itu, PUPR Banggai juga membangun atap di atas jembatan menggunakan rangka baja ringan. “Kami memutuskan untuk memberikan atap pada jembatan ini agar umur jembatan lebih lama,” ujar Fikri.

Baca Juga :  Mengurus SKCK Cukup Lewat Online, Ini Cara Mendaftarnya

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa lantai jembatan tidak lagi bergelombang seperti kondisi sebelumnya karena kini menggunakan konstruksi beton. “Bagian bawahnya menggunakan konstruksi beton,” jelasnya.

Dengan anggaran sebesar Rp 199 juta, diharapkan jembatan kayu yang kini telah direhabilitasi ini dapat bertahan lebih lama.

Atap yang dipasang juga akan melindungi lantai jembatan dari kerusakan akibat hujan dan panas, sehingga memperpanjang umur jembatan. Jembatan ini juga dipastikan memenuhi standar keselamatan untuk penyeberangan pejalan kaki, karena dikerjakan sesuai dengan spesifikasi teknis dan menggunakan bahan material yang memenuhi persyaratan. (*)