SKRIP BANER ATAS
★ Unggulan Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000

Order via WhatsApp
DPRD Banggai

Humas DPRD Banggai Terima Demo Pedagang Pasar Sentral Luwuk

485
×

Humas DPRD Banggai Terima Demo Pedagang Pasar Sentral Luwuk

Sebarkan artikel ini
Pedagang Pasar Sentral Luwuk melakukan demo di kantor DPRD Banggai, Teluk Lalong (Foto : Humas DPRD Banggai)

PORTAL LUWUK – Aksi demo 20-an pedagang Pasar Sentral Luwuk yang mengeluhkan naiknya pungutan retribusi pasar hingga 100 persen, tak satupun diterima anggota DPRD Kabupaten Banggai.

Tak hadirnya para anggota legislatif tersebut karena bertepatan para wakil rakyat sedang dalam agenda reses.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Untuk menerima usulan pendemo di kantor DPRD Banggai, Kamis (26/01/23), Humas Sekretariat DPRD Banggai Aiya Karim mengambil alih dengan menemui dan menampung aspirasi pendemo.

Baca Juga :  Pengadaan Sapi Luar, Untuk Menambah Populasi Ternak Lokal

Aiya Karim mengatakan, keluhan pendemo telah diterima dan akan dilaporkan ke pimpinan dewan. “Pukul 10.00 Wita pagi, ada unjuk rasa dari pedagang pasar sentral sebanyak 20 orang,”ujar Aiya Karim.

Keberatan para pendemo lanjutnya akan dilanjutkan kepada pimpinan DPRD Banggai. Keberatan dalam bentuk pernyataan sikap itu, seputar kenaikan pemberlakuan retribusi pasar hingga 100 persen.

Baca Juga :  DPRD Banggai Sepakati Tujuh Ranperda, Minus Ranperda Pemekaran Desa Menunggu Kebijakan Pusat

Bagi pedagang, itu sangat memberatkan dalam point tuntutanya. “Karena anggota sedang menjalankan reses, kami tampung aspirasinya untuk dilaporkan ke pimpinan,”tuturnya.

Bahkan ia menyarankan ke pendemo untuk menyurat resmi ke DPRD. Dasar surat itu akan dilakukan rapat antara DPRD dan pedagang kembali.

“Kami sampaikan buatkan surat resmi ke dewan. Nanti pimpinan memutuskan untuk agenda rapat dengan pedagang,”ujar Aiya Karim.*