PORTAL LUWUK—Pemda Banggai melalui PUPR Banggai melakukan peningkatan kualitas jalan di Kelurahan Bungin Timur, Kecamatan Luwuk, dalam beberapa tahun terakhir.
Beberapa ruas jalan mengalami peningkatan kualitas dengan lapisan asphalt concrete-wearing course (AC-WC). Antaranya, ruas jalan Batu Putih sepanjang 310 meter pada Mei 2024.
Kemudian lanjutan peningkatan jalan Batu Putih sepanjang 130 meter lebih yang dilakukan November 2024 dengan anggaran APBD-P Tahun 2024.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Banggai, Fikri Dari dan PPK Bina Marga, Munfarid Arifat, menjelaskan, lanjutan peningkatan jalan Batu Putih merupakan bagian dari kegiatan rehabilitasi jalan dalam kota Luwuk yang didanai APBD-P Tahun 2024 senilai Rp 2 miliar.
Tahun 2025 ini, peningkatan ruas jalan Batu Putih akan dilanjutkan. Namun, peningkatan jalan tersebut hanya puluhan meter, untuk menyempurnakan peningkatan jalan November 2024 lalu.
Selain Jalan Batu Putih, peningkatan jalan juga dilakukan PUPR Banggai untuk ruas jalan Batu Licin dan Batu Cadas, Kelurahan Bungin Timur.
Sementara peningkatan jalan Batu Hitam yang terhubung dengan jalan Batu Cadas, di Bungin Timur, merupakan paket proyek tersendiri.
Upaya Dinas PUPR Banggai melakukan peningkatan jalan yang telah lama mengalami kerusakan ini mendapatkan apresiasi dari warga setempat.
Apresiasi antaranya disampaikan warga yang bermukim di ruas jalan Batu Licin.

Amatan media ini, ruas jalan yang berada di depan panti asuhan Maemunah Abas Nursin itu sangat menanjak. Namun, akhir tahun lalu, ruas jalan Batu Licin sepanjang 140 meter mulai dilakukan perbaikan dan kini telah dilakukan diaspal dengan lapisan aspal AC-WC.
Tak hanya itu, bahu jalan diamankan dengan cor beton agar tidak mudah tergerus aliran air saat musim penghujan.
Warga setempat menuturkan sebelum dilakukan pengaspalan kerusakan jalan tersebut seringkali menyebabkan kecelakaan lalu lintas. “Sebelum diaspal, torang sering sekali celaka di sini kalo naik motor,” kata Pak Leo.
Ia mengaku pernah mengalami sendiri kecelakaan dengan sepeda motor saat menurun di jalan tersebut. “Tangan saya sampai luka luka lecet,” katanya.
Paling parah, kata dia, ibu–ibu yang bermukim di ruas jalan itu. Mereka harus menuntun sepeda motor hingga ke pertigaan jalan panti asuhan Maemunah Abas Nursin.”Ini karena sebelumnya jalan ini penuh dengan batu-batu,” katanya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada PUPR Banggai, khususnya kepada Bupati Amirudin Tamoreka karena telah memberi perhatian terhadap perbaikan jalan tersebut. “Terima kasih atas perhatian Pak Bupati, jalan ini sekarang jadi sebaik ini,” katanya merujuk pada lapisan aspal hitam sepanjang sekitar 140 meter itu.
Warga setempat mengaku, jalan itu sudah berumur belasan tahun. Warga secara swadaya kemudian melapisi jalan tersebut dengan lapisan beton semen. Namun kembali rusak karena tidak kuat menahan beban kendaraan yang melintas. “Nanti sekarang baru diaspal dengan aspal sebaik ini,” ungkap Pak Leo. *
SKRIP BANER ATAS














