SKRIP BANER ATAS
INFO DINKESKABAR TERKINI

Dinkes Banggai Gelar Pelatihan Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat Puskesmas

15
×

Dinkes Banggai Gelar Pelatihan Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat Puskesmas

Sebarkan artikel ini
Salah seorang dokter ahli saat memberikan materi dihadapat dokter dan perawat di Hotel Santika Luwuk (Foto : Hasby Latuba)

PORTAL LUWUK – Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai menggelar Kegiatan Pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke Bagi Dokter dan Perawat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kabupaten Banggai Tahun 2025.

Kegiatan ini dibuka langsung Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Hj. Nurmasita Datu Adam, di Hotel Santika Luwuk, Luwuk Selatan, Rabu (19/2/2025).

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Berkerjasama dengan Balai Pendidikan, Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dan dilaksanakan sejak Tanggal 18-23 Februari 2025.

Turut hadir nara sumber berkompoten seperti dokter spesialis saraf, ahli gizi, terapi medik dan lainya. Program ini bersumber dari pembiayaan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Tahun 2025.

Baca Juga :  Dinkes Banggai Berencana Buka Unit Rehabilitasi Narkotika, 30 Peserta Ikut Pelatihan Asesment dan Gangguan

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Banggai, Moh. Rizal mengatakan, tujuan kegiatan ini agar para peserta yang mengikuti kegiatan mampu melakukan penanggulangan
stroke sejak dini di FKTP.

Mampu melakukan upaya pencegahan faktor risiko stroke. Melakukan penilaian prediksi risiko stroke, penatalaksanaan stroke di FKTP, pemberian terapi medik gizi pada pasien paska stroke.

Selain itu, mampu melakukan pencegahan komplikasi pasien stroke, termasuk kemampuan pencatatan dan pelaporan stroke pada FKTP.

Baca Juga :  Tim PKJM Banggai Tangani ODGJ Meresahkan, Lakukan Perekaman KTP dan Penanganan Medis

Adapun kriteria peserta dalam kegiatan ini yakni Dokter dan Perawat di Puskesmas. Minimal mereka yang dalam dua tahun kedepan tidak akan pindah atau dimutasi kedaerah lain.

“Ada 15 Puskesmas untuk tahap awal yang menjadi peserta. Kegiatan ini akan mendapatkan akreditasi. Mengingat dalam setahun harus ada dua angkatan pelatihan. Maka akan ada lagi kegiatan ditahap kedua tahun ini,”ujarnya.*