SKRIP BANER ATAS
BANGGAIINFO PUPRTerbaru

PUPR Banggai Gelar Diskusi Laporan Pendahuluan DED Rehabilitasi Irigasi Bahulolok dan Drainase Bukit Halimun

6
×

PUPR Banggai Gelar Diskusi Laporan Pendahuluan DED Rehabilitasi Irigasi Bahulolok dan Drainase Bukit Halimun

Sebarkan artikel ini
Bidang Pengairan Dinas PUPR Banggai menggelar diskusi laporan pendahuluan DED rehabilitasi jaringan irigasi DI Bahulolok dan drainase kawasan perkantoran Bukit Halimun Luwuk di Hotel Santika, pada Senin 21 Juli 2025.

PORTAL LUWUK—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai melalui Bidang Pengairan menggelar diskusi laporan pendahuluan untuk dua kegiatan perencanaan teknis, pada Senin, 21 Juli 2025.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore ini membahas dua dokumen perencanaan, yakni Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (DI) Bahulolok dan Detail Engineering Design (DED) Sistem Drainase Kawasan Perkantoran Bukit Halimun, Kecamatan Luwuk Selatan.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Diskusi pertama membahas laporan pendahuluan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Bahulolok, di Kecamatan Simpang Raya, yang dikerjakan oleh CV Mukti Graha Konsultan.

Kegiatan ini bertujuan menyusun dokumen teknis perencanaan irigasi yang tepat guna, tepat waktu, dan tepat sasaran.

Nantinya, dokumen ini akan menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan rehabilitasi jaringan irigasi, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang.

Adapun ruang lingkup penyusunan DED ini meliputi inventarisasi kondisi jaringan irigasi, pengukuran topografi, survei hidrologi dan geologi, perencanaan saluran dan bangunan, perhitungan teknis, gambar rencana, Bill of Quantity (BOQ), Rencana Anggaran Biaya (RAB), pedoman Operasi & Pemeliharaan (O&P), Analisis Keandalan dan Kinerja Infrastruktur Pengairan (AKNOP), serta album gambar perencanaan.

Baca Juga :  Banggai Hapus Kemiskinan Ekstrem Hingga Menyentuh O.00 Persen, Tahun 2024 Bisa 0 Persen

Sementara itu, diskusi kedua membahas laporan pendahuluan Penyusunan DED Sistem Drainase Kawasan Perkantoran Bukit Halimun yang dikerjakan oleh CV Detail Consultant. Diskusi ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pengairan, Takdir Said, ST, yang diwakili oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Astrid Dwijayanthi.

Hadir dalam diskusi tersebut antara lain Kepala Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Bappeda Banggai Syahbudin Dayanun, Sekretaris Camat Luwuk Selatan, serta sejumlah pejabat fungsional dari Bina Marga PUPR Banggai.

PPK Astrid Dwijayanthi menjelaskan bahwa diskusi ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil survei awal yang telah dilakukan oleh tim konsultan. Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif seluruh peserta dalam memberikan masukan terhadap rencana perencanaan tersebut.

Pada sesi siang, perwakilan CV Detail Consultant, Ashar, ST, memaparkan hasil survei awal penyusunan DED drainase di kawasan Bukit Halimun.

Ia mengungkapkan bahwa penyusunan dokumen ini dilatarbelakangi oleh pesatnya pembangunan di kawasan tersebut. Bahkan, dikabarkan dalam lima tahun mendatang, seluruh kantor pemerintahan Kabupaten Banggai direncanakan akan dipindahkan ke kawasan ini.

“Kami telah melakukan survei sistem drainase, terutama untuk menentukan lokasi inlet dan outlet saluran,” jelas Ashar. Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari perencanaan ini adalah menciptakan sistem drainase yang terpadu dan efektif, guna mendukung lingkungan perkantoran yang sehat dan bebas genangan air.

Baca Juga :  Tabrak Pejalan Kaki 81 Tahun, Pengendara 63 Tahun Tewas, Kejadianya di Luwuk Utara

Dalam paparannya, Ashar menyebut bahwa sistem drainase dibagi menjadi delapan ruas, dengan ruas pertama berada di belakang Kantor Bappeda. Dari delapan ruas tersebut, lima di antaranya membentang secara horizontal dan terhubung ke jaringan drainase yang mengarah ke dua outlet utama: simpang tiga Kilometer 5 – Bukit Halimun dan simpang tiga Kilometer 8 Tanjung Tuwis –Kawasan Perkantoran Bukit Halimun Luwuk.

Paparan tersebut mendapat tanggapan kritis dari peserta diskusi, khususnya terkait arah saluran pembuangan air.

Beberapa pihak menyarankan agar outlet memperhatikan risiko jika mengarah kawasan permukiman. Olehnya, wilayah yang lebih aman seperti kawasan kuala mati atau lembah di sekitar Kilometer 8 diminta untuk dipertimbangkan.

Menutup kegiatan, Astrid menyampaikan harapannya agar seluruh masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan laporan antara. “Terima kasih atas semua masukan yang diberikan dalam diskusi laporan pendahuluan ini,” ujarnya. ***