SKRIP BANER ATAS
★ Unggulan Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000

Order via WhatsApp
BANGGAIINFO PUPRTerbaru

Terobosan PUPR Banggai: Pengeboran Pertama Cari Sumber Air Bersih di Bukit Halimun Luwuk

787
×

Terobosan PUPR Banggai: Pengeboran Pertama Cari Sumber Air Bersih di Bukit Halimun Luwuk

Sebarkan artikel ini
PUPR Banggai memulai pengeboran sumur air bersih di kawasan perkantoran Bukit Halimun, Luwuk. Kegiatan ini diharapkan membawa hasil agar dapat mengatasi krisis air bersih yang kerap mendera kawasan itu. (dok ist)

PORTAL LUWUK–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai memulai pengeboran sumur air bersih di kawasan perkantoran Bukit Halimun, Luwuk.

Upaya tersebut merupakan ikhtiar pemerintah daerah dalam memenuhi ketersediaan air bersih, khususnya di kawasan perkantoran di Bukit Halimun Luwuk yang selama ini krisis air bersih.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Proyek sumur bor ini berada di sisi kanan kantor PUPR Banggai, di depan gudang barang, tepatnya di dekat pintu keluar PUPR Banggai.

Sejumlah pekerja terlihat mengoperasikan mesin bor air yang digerakkan dengan bantuan mesin genset pada Selasa  15 Juli 2025.

Baca Juga :  Medan Ekstrem Jadi Kendala, Perbaikan Jaringan Air Bersih Sayambongin Terus Dikebut

Khusus untuk sumur bor ini dilaksanakan secara swakelola oleh PUPR Banggai.

Titik yang dilakukan pengeboran tidak dipilih sembarangan. Titik koordinat lokasi pengeboran tersebut telah ditentukan berdasarkan hasil riset menggunakan citra satelit oleh tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

UGM bekerja sama dengan BRIDA Banggai diketahui telah melakukan riset untuk mengidentifikasi potensi sumber daya air di Kabupaten Banggai pada tahun 2024 lalu. Termasuk wilayah yang diidentifikasi adalah kawasan di Kecamatan Luwuk Selatan.

Kepala Bidang AMAL Dinas PUPR Banggai, Christopel Satolom, menjelaskan bahwa pihaknya mengikuti rekomendasi hasil penelitian dari UGM dalam menentukan lokasi pengeboran.

Baca Juga :  Antisipasi Lingkungan, PUPR Susun Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah

Dimana riset ini menunjukkan bahwa terdapat potensi sumber air bersih pada kedalaman sekitar 150 meter di area tersebut. “Anggaran yang disiapkan sebesar Rp150 juta dan seluruh proses dilaksanakan secara swakelola,” ungkap Christopel.

Ia sangat berharap pengeboran sumur air  yang pertama kali dilakukan di kawasan perkantoran Bukit Halimun ini berjalan lancar dan berhasil menemukan sumber air bersih.

 “Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar pengeboran ini berhasil dan menjadi tonggak sejarah dalam penyediaan air bersih di wilayah ini,” ujarnya. *