SKRIP BANER ATAS
INFO DINSOSKABAR TERKINI

Program Sekolah Rakyat, Banggai Siapkan 10 Hektar Lahan Bukit Tandos Luwuk Utara

17
×

Program Sekolah Rakyat, Banggai Siapkan 10 Hektar Lahan Bukit Tandos Luwuk Utara

Sebarkan artikel ini
Kadinsos Banggai Rudi Bullah saat memberikan keterangan pers dihadapan para jurnalis (Foto : Istimewa)

PORTAL LUWUK – Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Sosial berkomitmen mendukung program Nasional Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dinsos sendiri telah menyediakan lahan seluas 10 hektar. Lahan ini terletak di Bukit Tandos Kecamatan Luwuk Utara.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Rudi Purwana K Bullah mengatakan, lahan yang terletak di bukit tandos lebih dari 10 hektar, disiapkan untuk pembangunan sekolah rakyat.

Penyiapan lahan pembangunan sekolah rakyat merupakan tindak lanjut dari permintaan Kementerian Sosial RI yang mensyaratkan ketersediaan lahan minimal 5 hektar. Namun aset milik daerah malah menyiapkan seseluas 10 hektar.

Baca Juga :  Dihadapan Bupati Tana Tidung, Amirudin Sebut Banggai Lengkap Sumber Daya Alam

Luas lahan 10 hektar yang direkomendasikan bupati sebagai bentuk kesiapan penuh dari Pemkab Banggai.

‘“Proses adminitrasi lahan kini hamper rampung, dan tinggal menunggu penandatangan Bupati,“kata Kadis Rudi Purwana K Bullah, dihadapan sejumlah awak media beberapa waktu lalu.

Rudi juga menyebut karena ketertarikan atas program ini Bupati Amirudin telah memerintahkan jajarannya untuk segera menuntaskan seluruh proses administrasi dan mengirimkan seluruh dokumen kepada Kementerian Sosial.

Untuk diketahui, Program Sekolah Rakyat merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Baca Juga :  Bupati Amirudin Mengaku Senang, Tiga Perusahaan Paling Sering Membantu

Sekolah Rakyat tak hanya menekankan pendidikan akademik namun dapat difungsikan sebagai pusat pembentukan karakter, penanaman nilai nilai kebangsaan, serta pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal.

Konsep ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam memutus mata rantai kemiskinan. Pemerintah daerah juga ditugaskan untuk menyiapkan legalitas lahan.

Melalui program ini, Presiden Prabowo ingin memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam pendidikan dan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan kesempatan yang setara untuk bangkit dan berkembang.*