PORTAL LUWUK—Kabar gembira bagi warga yang bermukim di sejumlah desa kepulauan di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, khususnya di Desa Balaigondi dan Desa Bajo Poat, yang rumahnya terancam abrasi pantai.
Bidang Pengairan Dinas PUPR Banggai telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan talud pengaman pantai di desa-desa tersebut.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Banggai, Takdir Said, dan PPTK Bidang Pengairan, Astrid Dwijayanthi.
Bidang Pengairan Dinas PUPR Banggai mengalokasikan anggaran pembangunan talud pengaman pantai di Desa Balaigondi sebesar Rp 196.975.000 dan di Desa Bajo Poat juga sebesar Rp 196.975.000.
Pembangunan talud pengaman pantai di Desa Balaigondi mendesak dilakukan karena abrasi pantai mengancam beberapa rumah warga. “Ada sekitar lima rumah yang sudah sangat terancam, sehingga mendesak untuk dibangunkan talud pengaman pantai,” ujar Takdir Said.
Hal serupa juga terjadi di Desa Bajo Poat, di mana pemukiman warga turut terancam oleh abrasi pantai. “Di Balaigondi pun ada beberapa rumah yang terancam abrasi sehingga perlu diamankan dengan talud,” tambah Astrid.
Pembangunan talud pengaman pantai ini akan dilakukan setelah tim Bidang Pengairan Dinas PUPR Banggai melakukan peninjauan lapangan dan memastikan ancaman abrasi pantai yang mengintai pemukiman warga di pesisir pulau tersebut.
Selain kedua desa tersebut, Dinas PUPR Banggai juga membangun tanggul dan talud pengaman pantai di desa-desa pesisir di daratan Banggai, antara lain: Talud Pengaman Pantai Desa Teku, Kecamatan Balantak Utara; Talud Pengaman Pantai Dusun II Desa Kayutanyo; Talud Pemecah Ombak Kelurahan Lontio, Kecamatan Nambo; serta Tanggul Pengaman Pantai Desa Dondo, Kecamatan Balantak Selatan. ***
SKRIP BANER ATAS














