SKRIP BANER ATAS
BANGGAIINFO PUPRTerbaru

Terobosan Baru! PUPR Banggai Bakal Bangun Drainase Dalam Kota Luwuk Gunakan U Ditch, Kawasan Masjid Agung Jadi Percontohan

3
×

Terobosan Baru! PUPR Banggai Bakal Bangun Drainase Dalam Kota Luwuk Gunakan U Ditch, Kawasan Masjid Agung Jadi Percontohan

Sebarkan artikel ini
PUPR Banggai akan menjadikan kawasan Masjid Agung Luwuk sebagai percontohan untuk penataan saluran drainase yang menggunakan beton U Ditch.

PORTAL LUWUK—Di bawah pimpinan Dewa Supatriagama, Dinas PUPR Banggai melakukan terobosan baru dalam pembangunan drainase di dalam Kota Luwuk.

Jika selama ini penanganan drainase sebagian besar dilakukan dalam skala kecil melalui kegiatan penunjukan langsung, maka tahun ini pembangunan drainase di dalam Kota Luwuk akan dilaksanakan per kawasan dengan anggaran yang lebih besar.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Sebagai tahap awal, pembangunan dan penataan saluran drainase akan mulai dilakukan di kawasan masjid Agung An Nuur.

Plt Kepala Dinas PUPR Banggai, Dewa Supatriagama, mengakui, pihaknya akan mengubah konsep desain saluran drainase dalam kota Luwuk.

Sebelumnya berupa pasangan batu menjadi saluran drainase yang menggunakan konstruksi beton U-Ditch.  Diketahui U-Ditch merupakan produk beton pracetak yang menyerupai huruf U. Beton ini dilengkapi dengan tulangan atau wiremesh dan dicor menggunakan beton mutu tinggi. 

Baca Juga :  Tabrak Kawanan Sapi, Pengendara Honda Vario Asal Singkoyo Patah Kaki di Desa Padang

Kelebihannya, dimensi U-Ditch dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Termasuk debit air yang harus dialirkan. Saluran drainase ini juga lebih mudah ditutup dengan trotoar.

Dewa Supatriagama, mengakui pembangunan drainase dengan konstruksi beton pracetak seperti itu lebih mahal dibanding saluran drainase pasang batu.

Olehnya, untuk menjadi percontohan, pihaknya membangun saluran drainase tersebut di kawasan masjid Agung An Nuur tahun 2025 ini.

“Untuk tahap awal, penataan drainase ini dilakukan di kawasan yang dapat langsung terhubung ke laut,” katanya. 

PUPR Banggai, mengalokasikan anggaran yang cukup besar dengan anggaran sekitar Rp 6 miliar.

Dewa, mengakui, saluran drainase dengan pasangan batu dimensinya berubah-ubah, tergantung ketersediaan lahan.

Sementara jika menggunakan U-Ditch, dimensinya akan sama.

Jika nanti hasil konstruksi drainase di kawasan Masjid Agung bagus, maka saluran drainase itu secara bertahap akan dibangun dan dihubungkan dengan kawasan kawasan lainnya. Antaranya depan kantor bupati lama dan perbankan serta Lapangan Olahraga Luwuk.

Baca Juga :  Sidang Majelis Tahunan Ke-V Sinode GKLB 2023 Digelar di Uhauhangon Banggai

Dewa, mengakui, kawasan pemukiman dengan topografi pegunungan seharusnya tidak rawan banjir. Olehnya saluran drainase menggunakan U Bitch akan diterapkan.

“Ini untuk mengatasi masalah yang kian kompleks, masalah dimensi,  sampah dan endapan. Semoga dengan ini pembersihan saluran drainase akan lebih mudah,” pungkasnya.

Amatan media ini, saluran drainase di kawasan Masjid Agung An-Nuur memang mendesak untuk dilakukan pembenahan.

Saluran drainase di luar pagar Masjid Agung yang berhadapan dengan SDN 8 Inpres Bertingkat di Jalan Samanhudi, Luwuk, misalnya, sudah tertimbun tanah dan dimensinya makin kecil akibat akar-akar pohon peneduh. (*)