SKRIP BANER ATAS
BANGGAIINFO PUPRTerbaru

Pembangunan Gedung One Stop Service RSUD Luwuk Dimulai Tahun Ini, Ini Estimasi Anggarannya

2
×

Pembangunan Gedung One Stop Service RSUD Luwuk Dimulai Tahun Ini, Ini Estimasi Anggarannya

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Banggai, Dewa Supatriagama. (Dok Portal Luwuk)

PORTAL LUWUK—Pemerintah Kabupaten Banggai menunjukkan keseriusannya dalam merealisasikan pembangunan gedung one stop service RSUD Luwuk yang telah direncanakan sejak tahun lalu. Komitmen tersebut ditandai dengan kesiapan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banggai untuk melaksanakan pembangunan gedung tersebut.

Kepala Bidang PBIP Dinas PUPR Banggai, Ir. I Putu Jati Arsana, ST, MT, menjelaskan bahwa pada tahun pertama pembangunan, anggaran yang dialokasikan khusus untuk pekerjaan fisik tahap awal mencapai Rp111,5 miliar atau sekitar 32 persen dari total kebutuhan anggaran sebesar Rp342,1 miliar.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

“Anggaran tersebut diperuntukkan bagi pekerjaan fisik tahap pertama,” ujarnya.

Total alokasi anggaran pada tahun pertama mencapai sekitar Rp114 miliar, yang mencakup biaya konsultan FK serta biaya pengelolaan kegiatan.

Jati menambahkan, pada perencanaan selanjutnya, anggaran tahap II diproyeksikan sebesar Rp182,7 miliar, sementara tahap III sebesar Rp45,4 miliar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Banggai, Dewa Supatriagama, mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mempersiapkan pembangunan RSUD Luwuk dan telah memasuki tahapan pelaksanaan fisik. Namun demikian, masih terdapat dua pekerjaan utama yang harus dilakukan sebelum pembangunan berjalan sepenuhnya.

Baca Juga :  Bursa Lowongan Kerja 2023 Resmi Dibuka di Graha Pemda Banggai

Menurut Dewa, setelah konsultan menyusun desain, Dinas PUPR Banggai tidak serta-merta menerima hasil perencanaan tersebut, melainkan melakukan peninjauan ulang.

“Setelah desain disusun oleh konsultan, kami harus melakukan review. Tidak bisa langsung menerima begitu saja hasil perencanaan,” katanya.

Di saat yang bersamaan, PUPR Banggai juga menyiapkan dokumen lingkungan berupa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Proses penyusunan Amdal dan peninjauan ulang desain dilakukan secara paralel.

“Penyusunan dokumen Amdal dilakukan secara simultan dengan review desain, kemudian desain tersebut akan direviu kembali,” ujarnya.

Dewa memperkirakan proyek multiyears ini akan mulai berkontrak pada Juni tahun ini, setelah proses tender selesai, dan berlangsung hingga tiga tahun ke depan.

“Berkontrak artinya setelah tahapan tender,” jelasnya.

Ia memberikan gambaran, apabila tender Amdal dimulai pada awal Februari, penandatanganan kontrak dapat dilakukan pada awal April. Pekerjaan Amdal diperkirakan memerlukan waktu minimal satu bulan, sehingga pada Mei pekerjaan fisik sudah dapat mulai dijalankan.

Baca Juga :  Bidang PBIP  PUPR  Banggai Gelar Family Gathering di DTW Pulo Dua

“Bangunan fisik sudah bisa kami jalankan karena dokumen Amdal sudah mendekati final,” katanya.

Setelah dokumen Amdal dinyatakan final, lanjut Dewa, tender pekerjaan fisik ditargetkan berlangsung pada Mei, sehingga pada akhir Mei atau awal Juni pembangunan fisik sudah dapat dikontrakkan.

“Ini menjadi target kami terkait pembangunan rumah sakit,” ujarnya.

Ia menambahkan, keseluruhan pekerjaan diproyeksikan berlangsung selama tiga tahun atau sekitar 30 bulan. Skema yang digunakan adalah proyek multiyears dengan satu kali tender dan satu kontrak induk, disertai kontrak turunan. Kontrak induk digunakan untuk memilih penyedia jasa, sementara kontrak turunan mengatur penganggaran dan pembayaran setiap tahunnya.

“Pengadaan dilakukan satu kali tender, sementara penganggarannya disiapkan secara bertahap, yaitu tahun pertama, kedua, dan ketiga, sesuai dengan nota kesepahaman bersama DPRD Banggai,” jelasnya.

“Melalui kontrak tahunan tersebut, akan diketahui batas maksimal anggaran yang disiapkan setiap tahun,” pungkas Dewa. (*)