SKRIP BANER ATAS
★ Unggulan Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000

Order via WhatsApp
BANGGAIKABAR TERKINISULTENG

Gubernur Anwar Evaluasi Capaian Program Asta Cita, Minta Kerja Sama Semua Kepala Daerah

374
×

Gubernur Anwar Evaluasi Capaian Program Asta Cita, Minta Kerja Sama Semua Kepala Daerah

Sebarkan artikel ini
Rapat koordinasi evaluasi capaian program prioritas nasional Asta Cita dipimpin langsung Gubernur Sulteng Anwar Hafid di Luwuk (Foto : DKISP)

PORTAL LUWUK – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menggelar rapat koordinasi evaluasi capaian program prioritas nasional Asta Cita Presiden RI di Provinsi Sulawesi Tengah.

Rakor ini dihadiri kepala daerah se-Sulteng, Senin (17/11/2025) di Estrella Hotel and Conference Center, Luwuk Selatan, Banggai.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Hadir pejabat Forkopimda diantaranya Kepala Kepolisian Daerah Sulteng Irjen Pol. Endi Sutendi, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng Nuzul Rahmat, Kepala Staf Kodam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita.

Turut pula Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Naim, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Palu Wilayah Sulteng dan Sulbar Yudhi Riandy.

Rakor ini sekaligus merumuskan langkah strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan 100 persen program Asta Cita pada 2026 di Sulawesi Tengah.

Gubernur Anwar mengatakan, pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat pada 2026 harus dilihat sebagai peluang untuk membuat kebijakan yang sejalan dengan program prioritas nasional.

Misalnya program makan bergizi gratis (MBG), sekolah rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, koperasi merah putih (KMP) dan program ketahanan pangan.

Baca Juga :  Didampingi Tim Kejari Banggai dan Kejati Sulteng, PUPR Monev Proyek Mess Pemda Banggai di Palu

“Efisiensi anggaran yang dilakukan saat ini bukanlah sebuah krisis fiskal, tetapi bagian dari strategi perencanaan,”jelas Gubernur Anwar.

Dia menambahkan, dana transfer ke daerah (TKD) tahun depan menurun hingga 40 persen. Namun anggaran untuk kementerian/lembaga yang menyokong program Asta Cita meningkat hingga dua kali lipat.

“Artinya apa, kita di daerah harus punya kreativitas yang kuat untuk bisa mengambil dana yang dua kali lipat di kementerian itu melalui program Asta Cita,”tandasnya.

Solusi dari kebijakan pemangkasan anggaran, kata Gubernur Anwar, yaitu dengan memasifkan program-program yang sejalan dengan program prioritas nasional.

“Sepanjang program Astacita itu kita ajukan, maka dana pasti akan meluncur ke daerah,”ucapnya.

Untuk program makan bergizi gratis (MBG), mislanya, Gubernur Anwar menargetkan semua sekolah di Sulteng sudah harus terlayani program MBG pada 2026. Begitu juga dengan program prioritas lainnya.

“Kalau ini terjadi, saya yakin dan percaya, anggaran besar yang akan masuk di Sulawesi Tengah akan menggerakkan roda ekonomi daerah,”tuturnya.

Baca Juga :  TPHP Panen Raya Padi di Kembang Merta Masama, Wujudkan Banggai Gerbang Pangan

Gubernur juga menegaskan bahwa setiap program yang dibuat harus memberi manfaat langsung kepada warga miskin. “Setiap program harus menyentuh langsung ke rakyat miskin. Kalau tidak ada, tolak,”tegas Gubernur Anwar.

Dia berharap kerja sama yang baik dari semua kepala daerah. “Bagaimana caranya supaya Astacita Bapak Presiden pada 2026 bisa terwujud 100 persen di Sulawesi Tengah,”imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur dan Kepala Kantor Wilayah BPN Sulawesi Tengah menandatangani MoU tentang sinkronisasi data spasial dan tekstual menuju kebijakan satu peta: Sulteng Satu Data Pertanahan.

“Kedepan, kepala daerah sudah bisa punya peta terkait objek pajak seperti yang dimiliki BPN. Jadi, kalau ada kasus tanah, tinggal buka aplikasinya,”beber Anwar.

Dalam rakor ini, para kepala daerah memaparkan capaian program prioritas nasional di wilayahnya masing-masing. Hasil rakor evaluasi pelaksanaan program Asta Cita akan disampaikan ke Presiden Prabowo Subianto.*