SKRIP BANER ATAS
BANGGAIINFO PUPRTerbaru

Menyusul BTN Kilo Lima, PUPR Banggai Tingkatkan Kualitas Jalan Pemukiman Bukit Permata Luwuk Selatan

8
×

Menyusul BTN Kilo Lima, PUPR Banggai Tingkatkan Kualitas Jalan Pemukiman Bukit Permata Luwuk Selatan

Sebarkan artikel ini
PUPR Banggai mulai melaksanakan peningkatan jalan menuju kompleks Bukit Permata Kecamatan Luwuk Selatan. (Dok Portal Luwuk)

PORTAL LUWUK—Beberapa infrastruktur jalan di kawasan pemukiman tak luput dari perhatian pemerintah Kabupaten Banggai.  

Melalui PUPR Banggai, pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kualitas jalan kompleks perumahan. Setelah melakukan peningkatan jalan kompleks BTN Kilo Lima, PUPR Banggai akan segera melakukan peningkatan jalan kompleks Bukit Permata di Kecamatan Luwuk Selatan.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Saat ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai telah menyelesaikan proses tender proyek peningkatan Jalan Kompleks Bukit Permata yang dibanderol dana APBD 2025 senilai Rp992,1 juta.

Baca Juga :  Bupati Amirudin : Mendagri Tito Sudah Melihat Poros Bonebobakal-Balantak

Tender menggunakan metode Pascakualifikasi Satu File dengan sistem gugur tanpa Reverse Auction ini dimenangkan CV Anugerah Konstruksi Karyatama.

Perusahaan penyedia jasa yang berlokasi di Desa Sepa, Kecamatan Pagimana itu, dinyatakan sebagai pemenang tender dengan nilai kontrak final Rp960 juta.

Saat ini, penyedia jasa proyek pada Dinas PUPR Banggai mulai melaksanakan pekerjaan pembentukan badan jalan yang dibarengi dengan pembangunan plat duiker.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Banggai, Fikri Dari, mengakui, peningkatan Jalan Kompleks Bukit Permata dilakukan bersamaan dengan pembuatan plat duiker.

Baca Juga :  Dibanderol Rp2,9 Miliar, PUPR Gandeng CV Fikri Prima Konstruksi Bangun Proyek TPS-3R Pagimana

Ada beberapa plat duiker atau jalan air yang terlihat dibangun di Kompleks perumahan Bukit Permata.

Menurut Fikri, tahapan peningkatan jalan diawali dengan penimbunan dan pemadatan badan jalan yang dikerjakan bersamaan dengan pembuatan plat duiker. “Jika dikerjakan terpisah, jalan yang sudah dibangun bisa rusak akibat pembuatan saluran drainase,” ujarnya.  Oleh karena itu, pengerjaan dilakukan secara bersamaan agar setelah jalan selesai, saluran perlintasan air tidak merusak badan jalan. (*)