PORTAL LUWUK—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai menyiapkan upaya antisipasi agar finishing proyek tak melewati tahun anggaran.
Amatan media ini, PUPR Banggai perlu bekerja ekstra untuk menuntaskan seluruh paket kegiatan sebelum akhir tahun.
Dengan waktu efektif yang tersisa hanya sekitar tiga bulan, percepatan pelaksanaan proyek harus menjadi prioritas di semua bidang PUPR Banggai.
Pasalnya, puluhan paket pekerjaan masih berada dalam proses tender.
Berdasarkan data dari situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek-proyek itu masih berada di berbagai tahapan lelang—mulai dari evaluasi administrasi, kualifikasi, evaluasi teknis dan harga, masa sanggah, hingga proses pembukaan dan penilaian penawaran.
Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan fisik dari puluhan proyek tersebut belum bisa dimulai, karena masih menunggu selesainya proses tender.
Kepala Dinas PUPR Banggai, Dewa Supatriagama, sepenuhnya menyadari tenggat waktu yang tersedia sangat ketat. Meski demikian, ia tetap optimistis seluruh paket kegiatan—baik pekerjaan pemeliharaan maupun peningkatan jalan—dapat diselesaikan sebelum akhir tahun.
Namun, Dewa mengakui sejumlah kegiatan besar, khususnya yang berkaitan dengan konstruksi gedung, memang memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi. Beberapa proyek yang termasuk dalam kategori tersebut antara lain pembangunan kolam renang, Mes Pemda Banggai di Palu, serta penambahan gedung DPRD Banggai.
“Ini memang memiliki tingkat risiko tidak selesai di akhir tahun, tetapi jika melihat progres pekerjaan fisik, seperti hasil evaluasi kawan-kawan di PUPR Banggai di akhir September ini, deviasinya positif,” kata Dewa, Selasa 30 September 2025.
“Artinya, progres fisik masih di atas rencana. Jika hal ini dipertahankan, saya optimistis bangunan seperti kolam renang juga akan selesai pada akhir tahun,” tambahnya.
Dengan progres fisik saat ini, kata Dewa, jika pun menyeberang tahun, pekerjaan yang tersisa hanya tahap finishing.
Dewa juga menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar tahap finishing ini tidak menyeberang tahun, dengan mendorong penambahan tenaga kerja dan jam kerja. “Kami sudah melakukan langkah mitigasi, dan saya juga sudah meminta kawan-kawan PPK dan KPA melakukan evaluasi,” katanya.
Dewa mendorong PPK dan KPA untuk lebih sering berada di lapangan, untuk memacu penyedia jasa agar memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.
Kepala Bidang PBIP I Putu Jati Arsana, misalnya, dalam sepekan terakhir kerap memantau progres fisik proyek tersebut di lapangan.
Untuk mengantisipasi terjadi kendala ketersediaan material, PUPR Banggai telah menyatakan kesiapan untuk membantu mengoordinasikan dengan penyedia jasa lainnya yang memiliki kelebihan material. (*)
SKRIP BANER ATAS














