SKRIP BANER ATAS
BANGGAIINFO PENDIDIKANKABAR TERKINI

Resmi Ditutup, Gelaran Festival Lipu Celebes 2025 Berjalan Sukses

16
×

Resmi Ditutup, Gelaran Festival Lipu Celebes 2025 Berjalan Sukses

Sebarkan artikel ini
Gelaran Festival Budaya Lipu Celebes akhirnya ditutup setelah berlangsung beberapa hari dan disepenggarakan Disdikbud Banggai (Foto : DKISP)

PORTAL LUWUK – Pagelaran budaya 2nd International Festival Lipu Celebes 2025 resmi ditutup di Ruang Terbuka Hijau Teluk Lalong, Sabtu (15/11/2025) malam.

Kegiatan ini berlangsung selama lima hari (11-15 November). Saat awal dibuka, RTH Teluk Lalong tak luput jadi pusat keramaian karena dikunjungi warga yang ingin menyaksikan penampilan seni budaya, baik lokal maupun peserta manca negara.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Gelaran kedua Festival Lipu Celebes, selain diikuti delegasi Kabupaten Buol, Toli Toli, Morowali dan Tojo Una-Una, juga diramaikan empat delegasi negara Estonia, Korea Selatan, Meksiko dan Filipina.

Baca Juga :  Warga Asal Koninis dan Hion Banggai Tuntut Ganti Rugi Lahan SKPT ke PT KFM

Sekretaris Daerah Banggai Moh. Ramli Tongko saat menutup kegiatan mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banggai serta semua pihak yang turut menyukseskan kegiatan ini.

“Ini wadah untuk menggali dan mempromosikan potensi lokal kita ke tingkat yang lebih tinggi,”tegas Ramli Tongko.

Ramli menjelaskan, festival lintas budaya bukan sekadar ajang untuk merayakan pengembangan budaya, tapi lebih memperkuat rasa persatuan.

“Mari bersama sama, kita jaga keberlanjutan budaya dan tradisi kita. Jadikan sebagai identitas yang kuat bagi generasi mendatang,”pinta Ramli.

Baca Juga :  Pelaku Pembacokan Ditangkap, Kejadianya di Jalan Rajawali Luwuk

Dia memgucapkan terima kasih kepada seluruh delegasi kabupaten lain dan delegasi berbagai negara atas partisipasinya dalam kegiatan ini.

Selain menghadirkan pertunjukkan seni budaya di panggung festival, Festival Lipu Celebes 2025 juga diisi berbagai kegiatan. Seperti workshop kesenian, pameran etnografi dan kegiatan para pelajar seperti mendongeng berbahasa daerah, puisi dan lainnya.

Para delegasi juga berkesempatan menyaksikan ritual adat suku Andio: mongkaan pae bu’o di Kecamatan Masama.*