SKRIP BANER ATAS
★ Unggulan Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000

Order via WhatsApp
BANGGAI

Warga Asal Koninis dan Hion Banggai Tuntut Ganti Rugi Lahan SKPT ke PT KFM

1087
×

Warga Asal Koninis dan Hion Banggai Tuntut Ganti Rugi Lahan SKPT ke PT KFM

Sebarkan artikel ini
Hasrin Rahim bersama sekira 35 warga Desa Koninis dan Hion mendatangi kantor perusahaan tambang nikel PT KFM di Desa Tuntung Kecamatan Bunta untuk menuntut ganti rugi lahan SKPT yang telah dikuasai perusahaan (Foto : Humas Polres)

PORTAL LUWUK – Sebanyak 35 warga dari Desa Koninis dan Hion mendatangi kantor PT KFM (Koninis Fajar Mineral) di Desa Tuntung Kecamatan Bunta, Banggai Sulawesi Tengah, Sabtu (6/1/2024).

Kedatangan warga yang mengklaim lahanya telah dikuasasi perusahaan sektor pertambangan nikel itu, dijaga personil TNI-Polri yang melibatkan anggota Koramil dan Polsek Bunta.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

“Aksi damai ini dipimpin Hasrin Rahim selaku Ketua Perhimpunan Masyarakat Tani Banggai. Jumlah massa sebanyak 35 orang,”ungkap Kapolsek Bunta,AKP Syukri Larau.

Baca Juga :  Semangat Jurnalis Lokal, PWB Dikukuhkan, Sofyan : Ini Bukan Organisasi Tandingan

Tuntutan masa aksi adalah meminta pihak PT. KFM segera membayarkan lahan milik 35 masyarakat pemilik SKPT yang telah dikuasai perusahaan. “Menurut Korlap sudah tiga tahun permasalahan lahan ini belum juga terselesaikan oleh perusahaan,”ujarnya.

Kapolsek bersama Danramil Bunta Kapten Inf. Herman pun melakukan pertemuan dan dialog antara perwakilan masa aksi dengan perwakilan perusahaan bertempat di ruang meeting PT. KFM.

Baca Juga :  Buntut Pembukaan Blokade Jalan Pasar Simpong, Komisi 2 Akan Tinjau Lokasi

“Kesimpulannya masing-masing pihak menunggu hasil kerja tim pokja yang dipimpin Asisten II Setda Banggai. Dan akan menerima apapun hasil yang putuskan,”ungkapnya. Usai pertemuan, tepat pukul 10.00 Wita, masa aksi membubarkan diri. “Situasi aman kondusif,”ucap Sukri.*