SKRIP BANER ATAS
BANGGAIINFO PUPRTerbaru

Jalur Alternatif Kota Luwuk–KM 5 Kembali Diperbaiki Secara Swakelola

5
×

Jalur Alternatif Kota Luwuk–KM 5 Kembali Diperbaiki Secara Swakelola

Sebarkan artikel ini
Ruas jalan Maahas Pantai kini lebih nyaman dilalui kendaraan karena kembali ditimbun dan dipadatkan. (Dok Ist)

PORTAL LUWUK—Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Banggai kembali melakukan penimbunan dan pemadatan pada ruas Jalan Maahas Pantai, khususnya di titik jalan yang hingga kini belum dapat diaspal karena lahannya belum dibebaskan.

Pantauan di lokasi pada Kamis sore, 7 Mei 2026, menunjukkan ruas jalan tersebut telah kembali dirapikan melalui penimbunan material dan pemadatan badan jalan.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Banggai, Fikri Dari, mengatakan pekerjaan perbaikan dilakukan pada ruas sepanjang kurang lebih 300 meter pada Rabu 6 Mei 2026. “Kami dari Bina Marga yang merapikan,” ujar Fikri Dari, Kamis 7 Mei 2026.

Baca Juga :  Gadis Asal Lumbe 3 Hari Tinggalkan Rumah, Orang Tua Akan Buat Laporan Polisi

Diketahui, pekerjaan penimbunan dan pemadatan badan jalan tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh Dinas PUPR Banggai.

Sebelumnya, ruas jalan yang belum diaspal itu kembali mengalami kerusakan dan dipenuhi lubang. Padahal, menjelang lebaran idulfitri lalu, jalan tersebut sempat direhabilitasi melalui penimbunan dan pemadatan untuk meratakan permukaan jalan.

Namun, kondisi badan jalan kembali rusak akibat curah hujan dan genangan air yang terus menggerus material timbunan. Akibatnya, permukaan jalan kembali berlubang dan tidak nyaman dilalui kendaraan.

Baca Juga :  Pembuangan Saluran Air PT. IMI Dipersoalkan Warga, Polsek Bualemo Lakukan Mediasi

Ruas Jalan Maahas Pantai sendiri merupakan salah satu jalur alternatif yang menghubungkan pusat Kota Luwuk dengan kawasan wisata Pantai Kilometer Lima. Selain digunakan masyarakat umum, jalan ini juga menjadi lintasan kendaraan berat seperti mobil kontainer dan truk tronton yang masuk Kota Luwuk.

Kondisi jalan yang berlubang kerap menimbulkan hentakan dan guncangan pada kendaraan yang melintas, terutama bagi kendaraan besar yang membawa muatan berat. Karena itu, perbaikan sementara melalui penimbunan dan pemadatan kembali dilakukan agar arus kendaraan tetap lancar dan aman dilalui. (*)