SKRIP BANER ATAS
BANGGAIDPRD Banggai

Pemda Banggai Sampaikan Realisasi Pendapatan Daerah Tahun 2025 Capai Rp2,688 Triliun

31
×

Pemda Banggai Sampaikan Realisasi Pendapatan Daerah Tahun 2025 Capai Rp2,688 Triliun

Sebarkan artikel ini
Wabup Furqanuddin Masulili saat memghadiri rapat paripurna penyampaian LPJ Bupati Banggai Tahun 2025 di gedung DPRD Banggai (Foto : Istimewa)

PORTAL LUWUK – Realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai Rp2,688 triliun dari target Rp2,942 triliun atau 91,39 persen.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili pada Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKP) Bupati Banggai di gedung DPRD Banggai, Selasa (21/4/2026).

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Rapat paripurna yang dipimpin lagsung Ketua DPRD Banggai Saripudin Tjatjo, Wabup Furqanuddin memaparkan kondisi keuangan daerah. Salah satunya capaian kinerja pemerintah di Tahun 2025.

Dalam laporannya, pendapatan asli daerah (PAD) justru melampaui target Rp294,5 miliar dan terealisasi Rp305,26 miliar.

Baca Juga :  PUPR Banggai Rampungkan Pengaspalan Jalan Rawan Kecelakaan di Belakang RSUD Luwuk

Penurunan terjadi disektor pendapatan transfer. Target awal Rp2,622 triliun, terealisasi Rp2,358 triliun atau 89,94 persen.

Sementara pos belanja daerah terdiri dari belanja operasi dan belanja modal, realisasinya mencapai Rp3,052 triliun dari target Rp3,316 triliun atau 92,04 persen.

Capaian kinerja pemerintah daerah seperti pembangunan manusia, ekonomi, infrastruktur, ketahanan pangan, lingkungan hidup, investasi daerah dan reformasi birokrasi.

Wabup Furqanuddin mengatakan, masih terdapat banyak kekurangan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.

“Pandangan dan evaluasi dari DPRD dan masyarakat akan kami jadikan bahan kajian dan penyempurnaan kinerja dimasa mendatang,”tuturnya.

Baca Juga :  Bidang PBIP  PUPR  Banggai Gelar Family Gathering di DTW Pulo Dua

Terkait hambatan atas penyaluran dana transfer, menurut Wabup Furqanuddin, Pemda Banggai terus melakukan pendekatan intensif dengan pemerintah pusat. Hal ini juga telah disampaikan kepada Gubernur Sulawesi Tengah dalam pertemuan bersama sejumlah kepala daerah.

“Kita perlu melakukan pendekatan untuk meyakinkan bahwa dana transfer ini sangat penting bagi daerah. Harapannya ada dukungan dari DPRD, bahkan bisa bersama-sama menyusun roadmap ke kementerian terkait agar hak-hak daerah segera dicairkan,”paparnya.

Selain itu, Pemda Banggai juga telah melakukan langkah antisipatif melalui pemetaan dan penyesuaian anggaran.*