SKRIP BANER ATAS
BANGGAIINFO PUPRTerbaru

Proyek Bina Marga Mulai Bergerak di LPSE Banggai, Kontrak Belum Diterbitkan

3
×

Proyek Bina Marga Mulai Bergerak di LPSE Banggai, Kontrak Belum Diterbitkan

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Jika direalisasikan, program rehabilitasi jalan dalam kota Luwuk akan menyasar sejumlah ruas jalan dalam Kota Luwuk. Tampak ruas jalan rusak di kawasan Tontouan yang memerlukan pemeliharaan. (Dok Ist)

PORTAL LUWUK— Persiapan proyek infrastruktur Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai mulai berlanjut ke proses pengadaan.

Puluhan paket pekerjaan yang sebelumnya disiapkan kini masuk dalam tahapan tender, dengan sebagian besar berupa pekerjaan peningkatan jalan.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Banggai, Fikri Dari, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Munfarid Arifat, mengatakan sejumlah paket telah menyelesaikan proses tender. Namun, hingga Selasa  11 Agustus 2026, belum ada paket yang memasuki tahap penandatanganan kontrak maupun penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).

“Sudah di tahapan teken kontrak dan SPPBJ, tapi (yang sudah ada pemenang) belum teken kontrak dan belum diterbitkan SPPBJ,” kata Munfarid, Selasa  11 Agustus 2026.

Proses pengadaan tersebut merupakan kelanjutan dari persiapan yang dilakukan Bidang Bina Marga sejak akhir Juni 2026.

Awalnya, Bidang Bina Marga menyiapkan enam paket pekerjaan untuk masuk tender. Namun, jumlah tersebut kemudian ditambah setelah Kepala Dinas PUPR Banggai meminta seluruh paket yang telah disiapkan ikut diproses.

Baca Juga :  PBIP PUPR Banggai Gelar Silaturahmi Sambut Bulan Suci Ramadhan

“Pak Kadis minta bukan hanya enam, seluruh paket ditender, sekitar 21 paket, termasuk enam paket yang sudah disiapkan lebih dahulu,” kata Fikri pada 25 Juni 2026.

Paket yang disiapkan mencakup pekerjaan rehabilitasi, pembangunan, dan peningkatan infrastruktur jalan. Salah satu pekerjaan rehabilitasi berada di dalam Kota Luwuk, sedangkan sebagian besar paket lainnya merupakan pekerjaan peningkatan jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Banggai.

Di antara paket yang sebelumnya lebih dahulu disiapkan terdapat peningkatan Jalan Tirta Kencana–Pandanwangi–Makapa, Sukamaju–Masungkang, Asaan–Ampera, Padang–Matanyo, serta sejumlah ruas di wilayah Bunta. Nilai paketnya bervariasi, mulai dari di bawah Rp1 miliar hingga lebih dari Rp1 miliar.

Data pengadaan juga menunjukkan sejumlah paket telah menyelesaikan proses tender. Salah satunya Rehabilitasi Jalan Dalam Kota Luwuk dengan nilai sekitar Rp4,9 miliar. Namun, status selesai tender tersebut tidak berarti pekerjaan telah berkontrak.

Hingga 11 Agustus 2026, keterangan PPK menunjukkan belum ada paket yang berkontrak maupun memperoleh SPPBJ.

Baca Juga :  SKK Migas dan JOB Tomori Ajak Jurnalis Banggai Saling Bersinergi

Perjalanan tender paket-paket Bina Marga ini berlangsung dalam kondisi anggaran yang sebelumnya telah terdampak kebijakan efisiensi. Saat dikonfirmasi pada akhir Juni, Fikri mengatakan kondisi tersebut membuat pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan belum sepenuhnya dapat dipastikan.

“Yang jelas dibanding tahun lalu, kegiatan tahun ini cenderung lebih sedikit,” kata Fikri, Kamis 25 JUni 2026.

Kini, sejumlah paket mulai terlihat dalam sistem pengadaan secara elektronik (LPSE) Kabupaten Banggai. Sebagian paket yang sebelumnya mengalami tender gagal juga kembali muncul dalam proses tender ulang.

Dengan demikian, perkembangan di LPSE menunjukkan bahwa tahapan pengadaan proyek Bina Marga mulai bergerak. Namun, proses tersebut belum dapat diartikan sebagai dimulainya seluruh pekerjaan fisik di lapangan.

Tahapan selanjutnya masih bergantung pada penyelesaian administrasi pengadaan, penerbitan SPPBJ, penandatanganan kontrak, serta yang paling menentukan, ketersediaan anggaran untuk pelaksanaan pekerjaan. (*)