SKRIP BANER ATAS
BANGGAIINFO PUPR

Medan Ekstrem Jadi Kendala, Perbaikan Jaringan Air Bersih Sayambongin Terus Dikebut

46
×

Medan Ekstrem Jadi Kendala, Perbaikan Jaringan Air Bersih Sayambongin Terus Dikebut

Sebarkan artikel ini
Bidang AMAL Dinas PUPR Banggai memastikan pasokan air bersih untuk masyarakat Desa Sayambongin agar segera berfungsi optimal akhir Mei ini. Saat ini empat unit pipa PVC diganti dengan pipa besi. (Dok Bidang Pengairan)

PORTAL LUWUK—Dinas PUPR Banggai memastikan pasokan air bersih untuk masyarakat Desa Sayambongin terus diupayakan agar segera berfungsi optimal.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang AMAL Dinas PUPR Banggai, Junaidi, mengatakan perbaikan jaringan air bersih masih terus dilakukan. “Di targetkan dapat difungsikan pada akhir Mei 2026 atau setelah Lebaran Iduladha 1447 Hijriah,”katanya, Jumat 22 Mei 2026.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Didampingi Kepala Bidang AMAL Dinas PUPR Banggai, Christopel Satolom, Junaidi menjelaskan saat ini pihaknya tengah memasang pipa besi pada sejumlah titik jaringan yang dibangun pada tahap pertama.

Menurut dia, jaringan pipa tahap pertama maupun tahap kedua sebenarnya telah melalui uji coba pengaliran air dan keduanya berfungsi dengan baik.

“Setelah tahap pertama selesai dikerjakan, dilakukan pengecekan dan air mengalir. Tahun berikutnya, saat proyek tahap kedua diuji coba dan dikoneksikan dengan jaringan tahap pertama, air juga mengalir dengan baik,”kata Junaidi.

Baca Juga :  PUPR Banggai Tunjukkan Komitmen Atasi Banjir Dalam Kota Luwuk, Rehabilitasi Drainase di Jalan Kolonel Sugiono dan Depan MTS

Namun, persoalan muncul pada jaringan tahap kedua setelah terjadi kerusakan di titik sambungan antara pipa besi dan pipa PVC. Selain itu, longsor juga terjadi pada jalur pipa di jaringan tahap pertama.

“Saat selesai diperbaiki dan dilakukan pengetesan ulang, terjadi longsor di jaringan pipa tahap pertama,” ungkapnya, pada Jumat 22 Mei 2026.

Ia, memastikan seluruh jaringan sebenarnya sudah diuji dan berfungsi. Akan tetapi, kondisi medan yang ekstrem, berupa jalur tebing serta kontur naik turun gunung, menyebabkan gangguan pada jaringan pipa sehingga distribusi air belum berjalan maksimal.

“Longsor terjadi di bagian atas karena jalur pipa berada di tebing,” katanya.

Sebagai solusi, pipa yang rusak akibat longsor kini diganti menggunakan pipa galvanis atau pipa besi. Menurut Junaidi, penggantian tersebut memang tidak tercantum dalam kontrak awal, namun dilakukan untuk mengatasi kondisi medan yang ekstrem.

Baca Juga :  Gerak Cepat Panpel Porkab V Banggai, Tinjau Venue Cabor di Kota Luwuk

Saat ini, empat batang pipa besi sedang dipasang pada titik rawan kerusakan. Pipa dipasang dengan posisi duduk di tebing tanpa pengecoran permanen.

“Kami mengganti pipa di titik itu karena sebelumnya pecah akibat tekanan air yang tinggi, mencapai 30 bar,” jelasnya.

Diketahui, tekanan air sebesar itu tentu saja tidak dapat dialirkan melalui pipa PVC.

Pihaknya menargetkan proses penggantian empat ujung pipa tersebut dapat selesai setelah Iduladha sehingga jaringan air bersih segera difungsikan.

“Sementara dikerjakan pergantian empat ujung pipa dan kami upayakan selesai setelah Lebaran Iduladha,” katanya.

Junaidi menambahkan, total panjang jaringan pipa tahap pertama dan tahap kedua mencapai sekitar 11 kilometer, mulai dari sumber mata air hingga ke permukiman warga.

“Jalur pipa melewati medan ekstrem berupa tebing curam dan kontur naik turun gunung sepanjang sekitar empat kilometer,”ujarnya. (*)