PORTAL LUWUK—Salah satu kegiatan perencanaan pada Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai yang kini mulai berjalan adalah penyusunan Detail Engineering Design (DED) Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Piondo. Pekerjaan tersebut telah menyelesaikan proses tender dan memasuki tahap pelaksanaan.
Pekerjaan jasa konsultansi badan usaha konstruksi ini memiliki pagu anggaran Rp300.000.000, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp298.391.000.
Berdasarkan hasil tender, CV Fasade Nusantara yang beralamat di Jl. Sapta Marga II No. 09 Palu, Kelurahan Birobuli Selatan, ditetapkan sebagai pemenang.
Perusahaan tersebut mengajukan penawaran sebesar Rp290.975.622. Setelah dilakukan koreksi, nilainya tetap Rp290.975.622, sementara hasil negosiasi menetapkan harga pekerjaan sebesar Rp290.000.000.
Setelah penandatanganan kontrak, pekerjaan tersebut mulai berjalan. Penyedia jasa kemudian melaksanakan Seminar Pendahuluan Penyusunan DED Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Piondo di Hotel Santika Luwuk, Rabu 26 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Banggai, Dedy Lakita, S.T., M.Eng., yang hadir mewakili Kepala Dinas PUPR Banggai Dewa Supatriagama.
Dalam sambutannya, Dedy mengatakan penyusunan dokumen tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memastikan proses perencanaan infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Banggai terlaksana secara tepat, terarah, terpadu, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Dedy berharap penyusunan DED Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Piondo menghasilkan perencanaan teknis yang mampu memberikan gambaran secara detail mengenai kondisi jaringan irigasi, kebutuhan rehabilitasi, metode penanganan, serta kebutuhan biaya pelaksanaan.
Dengan demikian, hasil perencanaan dapat menjadi dasar dalam pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi dan mendukung peningkatan pelayanan air kepada masyarakat, khususnya para petani di wilayah D.I. Piondo.
Ia juga menekankan pentingnya masukan dari seluruh pemangku kepentingan dalam penyempurnaan dokumen perencanaan. Masukan dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, Balai Wilayah Sungai, pengamat pengairan, P3A, akademisi, konsultan maupun masyarakat dinilai penting agar dokumen yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Dalam seminar pendahuluan tersebut, penyedia jasa mempresentasikan gambaran wilayah perencanaan, metodologi yang digunakan serta rencana kerja.
Penyusunan dokumen ini dilatarbelakangi potensi lahan pertanian di Kabupaten Banggai yang cukup luas, namun pemanfaatannya masih terkendala keterbatasan sistem irigasi. Pada musim hujan, air berlimpah dan sering menimbulkan genangan. Sementara pada musim kemarau, banyak lahan mengalami kekeringan sehingga produktivitas pertanian menurun.
Untuk menjamin ketersediaan air sepanjang tahun, diperlukan rehabilitasi irigasi yang mampu mendistribusikan air secara merata, efektif dan efisien.
Khusus D.I. Piondo, daerah irigasi ini merupakan salah satu daerah irigasi yang menjadi kewenangan Kabupaten Banggai.
Berada di Kecamatan Toili Jaya, D.I. Piondo mengalami sejumlah permasalahan, termasuk penurunan debit air yang signifikan yang berdampak langsung pada produktivitas sawah. Kondisi saluran yang penuh sedimen juga mengurangi kapasitas tampungan.
D.I. Piondo memiliki luas potensial 296 hektare, dengan luas fungsional atau area sawah sekitar 285 hektare. Luas D.I. Piondo Sungai Jeruk tercatat 91,42 hektare, sedangkan D.I. Sungai Topo seluas 194,305 hektare. Secara eksisting, daerah irigasi tersebut dilayani dua bendung, yakni Bendung Sungai Topo dan Bendung Sungai Jeruk.
Adapun maksud kegiatan ini adalah menyusun dokumen teknis perencanaan irigasi yang tepat guna, tepat waktu dan tepat manfaat.
Sementara tujuannya adalah tersedianya dokumen perencanaan teknis jaringan irigasi D.I. Piondo secara menyeluruh yang dapat digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pemeliharaan dan rehabilitasi irigasi dalam kegiatan jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
Dalam dokumen paparan penyedia jasa juga disebutkan target yang ingin dicapai, yakni tersusunnya dokumen DED Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Piondo.
Ruang lingkup pekerjaan mencakup tahapan kegiatan pendahuluan atau pekerjaan persiapan, pekerjaan survei lapangan serta pengolahan dan analisis data. Tahapan tersebut mencakup pengumpulan data dan informasi lapangan, baik data primer maupun data sekunder, serta data pendukung lainnya.
Untuk investasi data primer, dilakukan inventarisasi penggunaan lahan, kondisi vegetasi dan kemiringan lahan, inventarisasi kondisi jaringan irigasi yang sudah ada, serta survei lapangan yang meliputi pengenalan, pengukuran debit dan fluktuasi sumber-sumber air.
Selanjutnya dilakukan pengukuran dan pemetaan, inventarisasi bench mark yang sudah ada serta bench mark baru, dan pemasangan patok control point (CP) sepanjang lokasi pengukuran dengan jarak antarpatok kurang lebih satu kilometer.
Kegiatan juga mencakup pengukuran dan pemetaan situasi, pengukuran trase jaringan irigasi serta pengukuran situasi bangunan.
Tahapan lainnya meliputi penyelidikan tanah atau geoteknik, penelitian serta pengolahan dan analisis data, pembuatan rencana sistem dan peta petak, serta perencanaan detail jaringan utama yang meliputi bangunan pengambilan, saluran pembawa dan pembuang serta bangunan-bangunannya.
Sementara tahap akhir dalam ruang lingkup pekerjaan adalah pekerjaan akhir dan pelaporan. Dokumen yang disusun terdiri dari laporan pendahuluan, laporan antara, laporan bulanan, laporan akhir dan laporan pendukung.
Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Banggai, Takdir Said, melalui PPK Bidang Pengairan, Astrid Dwijayanthi, ditemui usai seminar pendahuluan, Rabu 26 Agustus 2026, mengatakan D.I. Piondo sudah berumur lama dan dibangun sejak lama sehingga perlu direhabilitasi.
Ia mengatakan, bendung yang ada saat ini belum lengkap karena baru berupa bendung nonteknis. Ke depan, bendung tersebut akan dijadikan bendung teknis. (*)
SKRIP BANER ATAS














