PORTAL LUWUK – Permukaan Jalan Ahmad Yani di pusat Kota Luwuk, tepat di sekitar lampu merah Pengadilan Negeri Luwuk, kini tampak lebih baik setelah mendapat penanganan pada bagian jalan yang sebelumnya bergelombang dan mengalami penurunan.
Perbaikan terlihat pada sejumlah bagian permukaan aspal yang kini tampak lebih hitam. Cekungan yang sebelumnya menimbulkan hentakan ketika kendaraan melintas juga sudah tidak terlalu terasa.
Kendati belum sepenuhnya rata, kondisi ruas jalan tersebut kini lebih nyaman dilalui dibandingkan sebelumnya, khususnya kendaraan yang melaju dari arah Jalan Adipura menuju Tugu BNI.
Sebelumnya, kondisi jalan di titik itu menjadi perhatian karena terdapat bagian permukaan yang amblas dan membentuk cekungan. Kondisi tersebut membuat kendaraan yang melintas merasakan hentakan, terutama ketika melewati bagian jalan yang mengalami penurunan.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Banggai, Fikri Dari, mengatakan penanganan jalan tersebut dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah.
“Balai Jalan Nasional,” kata Fikri, Selasa 18 Agustus 2026.
Penanganan tersebut terlihat dari lapisan aspal baru yang berwarna lebih gelap pada bagian jalan di sekitar persimpangan lampu merah Pengadilan Negeri Luwuk.
Bukan Sekadar Tambal Aspal
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Banggai, Fikri Dari, mengatakan penanganan titik tersebut tidak cukup hanya dengan menambah lapisan aspal.
Menurut Fikri, kondisi jalan yang kembali mengalami penurunan berkaitan dengan konstruksi lapisan dasar yang mendapat tekanan cukup besar dari kendaraan, termasuk kendaraan pengangkut alat berat.
“Perlu dirigid, dibeton dulu, karena alat berat sering lewat situ, dan bebannya menekan aspal saat menunggu lampu merah,” kata Fikri, 26 Juni 2026.
Ia menjelaskan, lapisan dasar jalan yang terus mengalami penurunan dapat menyebabkan permukaan aspal kembali amblas. Karena itu, menurutnya, diperlukan penguatan struktur sebelum dilakukan pelapisan aspal.
“Harus dirigid, dibeton dulu, dipakai tulangan, dicor, dan kemudian diaspal lagi, karena muatan berat pondasi aspal turun terus,” ujarnya.
Fikri juga menyebut kondisi tersebut berbeda dengan sisi jalan dari arah Tugu BNI yang relatif lebih baik. Salah satu faktornya karena kendaraan pengangkut alat berat dari arah luar kota tidak melintasi titik tersebut.
“Alat berat dari arah luar kota, lewat Jalan Sugiono, dan ke arah Tugu Adipura melalui Jalan MT Haryono,” katanya.
Dengan kondisi terbaru di lapangan, permukaan Jalan Ahmad Yani pada titik tersebut kini tidak lagi separah sebelumnya. Namun, penguatan struktur jalan tetap menjadi bagian penting jika penanganan permanen hendak dilakukan, mengingat beban kendaraan yang melintasi kawasan tersebut.
Ruas Jalan Ahmad Yani merupakan bagian dari jaringan jalan nasional yang melintasi pusat Kota Luwuk. Penanganannya pada dasarnya menjadi kewenangan balai jalan nasional.
Di sejumlah titik lain, penanganan jalan nasional juga terlihat dilakukan di kawasan Kota Luwuk. Di antaranya pada Jembatan Maahas di dekat Toko Iwasaka yang sebelumnya kerap terasa bergetar ketika dilintasi kendaraan, serta pengecatan Jembatan Jole. (*)
SKRIP BANER ATAS














