SKRIP BANER ATAS
BANGGAIINFO DKISPKABAR TERKINI

Seminar Akhir Kajian Dampak Inovasi Kesehatan, Kerjasama BRIDA dan Untika Luwuk

24
×

Seminar Akhir Kajian Dampak Inovasi Kesehatan, Kerjasama BRIDA dan Untika Luwuk

Sebarkan artikel ini
Para peserta seminar akhir kajian dampak inovasi sektor kesehatan di Kabupaten Banggai (Foto : DKISP)

PORTAL LUWUK – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai bekerja sama dengan Universitas Tompotika Luwuk melakukan kajian terhadap inovasi pemerintah daerah disektor kesehatan.

Hasil kajian dipaparkan pada seminar akhir kajian dampak inovasi sektor kesehatan di Kabupaten Banggai pada Rabu (16/7/2025) bertempat di Kantor BRIDA Banggai, Luwuk Selatan.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Seminar akhir ini dibuka Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Banggai, Nurdjalal.

Hadir Kepala BRIDA Banggai Andi Nur Syamsi Amir, Kepala Dinas Kesehatan Nurmasita Datu Adam, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Faisal Karim, Direktur Utama RSUD Luwuk dr. Yusran Kasim serta sejumlah Puskesmas.

Baca Juga :  Pondok Seseba Banggai Terbakar, Polisi Datangi TKP Selidiki Sumber Api

Asisten Nurdjalal mengatakan, kajian ini penting untuk mengevaluasi hasil dari inovasi sektor kesehatan.

“Kajian ini diharapkan tidak hanya memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi existing inovasi kesehatan, tetapi diharapkan mampu menyusun strategi serta solusi tepat dalam mengatasi permasalahannya,”harap Nurdjalal.

Nurdjalal mengajak semua insan kesehatan agar lebih peduli dan serius mengevaluasi program dan inovasi yang telah dilaksanakan.

“Seminar akhir ini merupakan momentum penting dalam mengevaluasi dan merefleksikan capaian dan tantangan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,”ujarnya.

Baca Juga :  Januari-April Baznas Banggai Berhasil Mengumpulkan Zakat Rp 500 Juta

Ketua tim peneliti dari Universitas Tompotika Luwuk Dr. Bambang Dwi Cahya mengatakan, kajian inovasi sektor kesehatan dimaksudkan untuk mengukur tingkat keberhasilan inovasi dan memastikan keberlanjutannya di masa mendatang.

“Tujuan umumnya yaitu untuk mengevaluasi dampak yang dihasilkan dari inovasi inovasi di sektor kesehatan yang telah dilaksanakan,”kata Dr. Bambang.

Adapun sejumlah indikator yang diriset tim peneliti, yaitu efektivitas pelayanan, skala prioritas dan keberhasilan, efisiensi analisis anggaran, serta faktor pendukung dan penghambat.*