SKRIP BANER ATAS
★ Unggulan Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000

Order via WhatsApp
BANGGAIINFO DKISPKABAR TERKINI

Akibat Pilkada di Banggai, Serapan Anggaran Hingga Triwulan II Baru Mencapai 28,17 Persen

510
×

Akibat Pilkada di Banggai, Serapan Anggaran Hingga Triwulan II Baru Mencapai 28,17 Persen

Sebarkan artikel ini
Seluruh OPD Pemda Banggai saat menghadiri rapat evaluasi realisasi penyerapan anggaran sampai Triwulan II Tahun Anggaran 2025 (Foto : DKISP)

PORTAL LUWUK – Pemerintah Kabupaten Banggai tengah berpacu meningkatkan realisasi serapan anggaran APBD tahun 2025. Bupati Banggai Amirudin menegaskan akan mengevaluasi rutin perkembangan penyerapan anggaran pada seluruh perangkat daerah.

“Hari ini hanya pengantar, tetapi dua pekan kedepan saya akan melakukan evaluasi. Saya akan monitoring dan mungkin saya akan turun langsung ke dinas dinas,”ujarnya saat memimpin rapat evaluasi realisasi penyerapan anggaran sampai triwulan II Tahun anggaran 2025, Rabu (9/7/2025), di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati, Luwuk Selatan.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Banggai Mulsandi melaporkan, sampai dengan Juni 2025, realisasi serapan anggaran Pemda tercatat 28,17 persen atau sebesar Rp 696,79 miliar dari APBD 2025 sebesar Rp 3,23 triliun.

Baca Juga :  Tim Gabungan Jaring Pasangan Bukan Suami Istri di Wisma Selebes Luwuk

Pada realisasi ini, belanja operasional sebesar Rp692,22 miliar atau 31,03 persen dari pagu Rp2,23 triliun. Sedangkan belanja modal baru terealisasi Rp16,39 miliar dari pagu Rp 584,43 miliar atau 2,81 persen.

Terlambatnya pelaksanaan anggaran akibat lamanya proses Pilkada di Kabupaten Banggai hingga harus dilakukan pemungutan suara ulang (PSU), menjadi penyebab rendahnya serapan APBD diawal semester ini.

Baca Juga :  Pemda Banggai Sampaikan Realisasi Pendapatan Daerah Tahun 2025 Capai Rp2,688 Triliun

“Karena ada surat dari Kemendagri dan Kementerian Keuangan yang menyebutkan bahwa belanja daerah belum bisa dilakukan, menunggu hingga dilantiknya bupati yang baru,”tutur Amirudin.

Untuk itu, memasuki awal triwulan ketiga ini, Bupati Amirudin memerintahkan semua perangkat daerah secepat mungkin merealisasikan belanja daerah sesuai program yang direncanakan.

“Segera dilakukan, kalau itu prosesnya masih tender, segera dipercepat proses tendernya. Kita ingin ada perputaran uang yang baik di masyarakat,”tandasnya.*