SKRIP BANER ATAS
★ Unggulan Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000

Order via WhatsApp
BANGGAI

Kejari Banggai Intervensi Pembuatan MCK Rumah KPM Beresiko Stunting di Bunga

605
×

Kejari Banggai Intervensi Pembuatan MCK Rumah KPM Beresiko Stunting di Bunga

Sebarkan artikel ini
Kepala Kejari Banggai Raden Wisnu Bagus Wicaksono saat bersama warga di Desa Bunga Luwuk Utara (Foto : Istimewa)

PORTAL LUWUK – Bertindak sebagai ayah asuh Stunting, Kejaksaan Negeri Banggai mengunjungi ibu hamil, menyusui dan bayi kategori beresiko Stunting di Desa Bunga Kecamatan Luwuk Utara, Banggai, Sulawesi Tengah.

Tim Kejari Banggai turut didampingi Plt Kepala Dinas P2KB, Kepala Bappeda (Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting), Plt. Kadis Perdagangan dan Perindustrian, Sekdis Kesehatan, Sekdinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Banggai, Senin (10/07/23).

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-63 sekaligus dukungan Kejari Banggai atas arahan Presiden RI Joko Widodo dalam upaya percepatan penurunan angka Stunting di Indonesia.

Baca Juga :  Proyeksi Pendapatan Daerah Banggai Tahun 2029 Bisa Capai Rp5,87 Triliun

Untuk diketahui, pada periode 2022 angka stunting di Kabupaten Banggai mencapai
24%. “Data yang kami peroleh di Desa Bunga terdapat Ibu Hamil (3 orang), Ibu menyusui (4 orang), Bayi 0-11 bulan (2 orang) dan Bayi 12-59 bulan (1 orang),”kata Kepala Seksi Intelejen Kejari Banggai Firman Wahyudi.

Baca Juga :  Launching Inovasi Banggai Center Stunting, Gunakan Sistem Informasi Berbasis Website

Setelah prosesi penyerahan bantuan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) usai dilaksanakan, Tim Kejari Banggai berkunjung ke Rumah KPM beresiko Stunting terkait intervensi pembuatan MCK bagi rumah KPM beresiko Stunting tersebut.

“Penanganan stunting menjadi tanggung jawab bersama stakeholder, kami optimis
dengan kolaborasi pola penanganan tepat, konsisten dan monev berkala maka angka Stunting tahun depan akan menurun,”ujar Firman.*