SKRIP BANER ATAS
★ Unggulan -33% Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo
★ 5 (1)
Es Jeruk Jo
Rp 15.000 Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo
★ 5 (1)
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo
★ 5 (1)
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo
★ 5 (1)
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo
★ 5 (1)
Es Jeruk Jo
Rp 10.000

Order via WhatsApp
BANGGAI

Polisi Sebut Video Obat Kapsul Berisi Paku yang Viral, Itu Hoax

375
×

Polisi Sebut Video Obat Kapsul Berisi Paku yang Viral, Itu Hoax

Sebarkan artikel ini
Vidio yang memperlihatkan seseorang sedang membuka obat berbentuk kapsul bermerk Esoral dan Enterofuril berisi paku, telah menyebar luas melalui pesan group WhatsApp. Vidio tersebut hoax (Foto : Istimewa)

PORTAL LUWUK – Rekaman video berdurasi 33 detik yang tersebar luas pada jejaring sosial adalah hoax.

Video yang memperlihatkan seseorang sedang membuka obat berbentuk kapsul bermerk Esoral dan Enterofuril berisi paku, telah menyebar luas melalui pesan group WhatsApp.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Tak heran belakangan ini video tersebut telah meresahkan masyarakat Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Menyikapi hal ini, Kasi Humas Polres Banggai, IPTU Al Amin S. Muda menjelaskan, video yang diberi keterangan “hati-hati dalam memilih obat, ceklah dan waspada sebelum mengkonsumsi obat jenis kapsul”, itu adalah tidak benar alias hoax.

Baca Juga :  Wujudkan Banggai Bersih, PUPR Gandeng UGM Susun Rencana Induk Pengelolaan Sampah

“Video tersebut merupakan video lama yang diunggah pada 21 Februari 2021 silam lewat Youtube,”ujar Al Amin di ruang kerjanya Senin (27/3/23).

Ia menambahkan, paku dalam kapsul tersebut sengaja dimasukan oleh pria yang ada dalam video. Rekaman video itu pun sempat viral di negara Kazakhstan.

“Banyak sumber menyebut video tersebut hoaks. Termasuk informasi resmi Divisi Humas Polri dan Kominfo RI,”sebutnya.

Baca Juga :  UPP Luwuk Surati Tiga Perusahaan Pelayaran Terkait Aktifitas Bongkar Muat Peti Kemas Ke Tangkiang

Al Amin menghimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang disebarkan melalui grup grup WahtsApp. Sebelum melanjutkanya, ada baiknya mengecek dulu lewat platform lain pada internet.

“Mari kita gunakan media sosial dengan bijak, tidak menyebarkan berita bohong yang dapat meresahkan masyarakat serta cek dan ricek segala informasi yang kita dapatkan dari media sosial agar tidak termakan hoax,”imbaunya.*