SKRIP BANER ATAS
BANGGAIINFO BAPENDAKABAR TERKINI

Realisasi PAD Banggai Semester II Tembus Rp143 Miliar

122
×

Realisasi PAD Banggai Semester II Tembus Rp143 Miliar

Sebarkan artikel ini
Salah seorang pemilik warung di Teluk Lalong Luwuk tengah mendengarkan penjelasan sekaligus sosialisasi pajak dari petugas Bapenda Banggai

PORTAL LUWUK – Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Badan Pendapatan Daerah mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 30 Juli 2025 bertengger di posisi 48,70 persen.

PAD itu terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil kekayaan daerah yang dipusatkan serta lain-lain PAD yang sah.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Total PAD ditargetkan sebesar Rp294.503.902.299, terealisasi Rp143.419.647.220 atau 48,70 persen, masih menyisakan Rp151.054.255.079.

Pajak daerah, targetnya adalah Rp135.118.188.864, terealisasi Rp58.841.288.136 (42,60 persen), menyisakan Rp79.276.900.728.

Retribusi daerah, ditargetkan sebesar Rp27.915.711.026, terealisasi Rp10.833.257.609 (38,81 persen) menyisakan Rp17.082.453.417.

Hasil kekayaan daerah yang dipisahkan, dari target sebesar Rp5.714.244.284, hingga memasuki bulan kedua triwulan tiga belum terealisasi sama sekali.

Berikutnya, lain-lain PAD yang sah ditargetkan sebesar Rp122.755.758.125, terealisasi Rp73.745.101.474 atau 60,07 persen menyisakan sekira Rp49 miliar lebih.

Capaian ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 23,45 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.

Berdasarkan laporan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banggai, kontribusi terbesar masih berasal dari pajak daerah dengan realisasi Rp58,8 miliar (42,60 persen) dari target Rp138,1 miliar.

Baca Juga :  Seorang Pemuda Blokir Jalan Masuk Proyek PLTMG di Batui Banggai

Disusul lain-lain PAD yang sah sebesar Rp63,7 miliar (51,9 persen dari target Rp122,7 miliar), serta retribusi daerah Rp10,8 miliar (38,8 persen) dari target Rp27,9 miliar.

Sementara itu, pos hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan belum mencatatkan realisasi.

Untuk jenis pajak, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) menjadi penyumbang terbesar. PBJT ini ditargetkan sebesar Rp49,01 miliar, telah telah terealisasi sebesar Rp21,5 miliar.

Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencatatkan realisasi yang menggembirakan. Pajak ini ditargetkan sebesar Rp17,08 miliar, telah terealisasi sebesar Rp12,06 miliar.

Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) terlihat cukup besar realisasinya. Pajak ini ditargetkan sebesar Rp17,7 miliar, terealisasi Rp10,7 miliar.

Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (Minerba) yang dulunya dikenal dengan pajak Galian C itu ditargetkan sebesar Rp17,4 miliar, terealisasi baru Rp4,2 miliar.

Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBBP2) ditargetkan Rp13,3 miliar, terealisasi Rp5,1 miliar. Sementara Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) ditargetkan Rp11,6 miliar, telah terealisasi Rp3,08 miliar.

Baca Juga :  Penambahan Gedung 'Rumah Rakyat' Mulai Dibangun, PUPR Banggai Gelar PCM 

Sedangkan pajak sarang burung walet menjadi yang terendah dengan capaian 0,08 persen dari target Rp150 juta.

Pada sektor retribusi, Dinas Kesehatan Banggai menjadi perangkat daerah dengan kinerja tertinggi, mencapai 55,53 persen dari target Rp12,8 miliar, telah terealisasi Rp7,1 miliar.

Sementara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyusul dengan capaian 33,98 persen dari target Rp1,2 miliar. Beberapa OPD lainnya, seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi Informatika, masih nol persen.

Pertumbuhan positif PAD tahun ini didorong lonjakan pajak daerah yang tumbuh 53,03 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara retribusi daerah tumbuh tipis 0,94 persen, dan lain-lain PAD yang sah naik 10,07 persen.

Pemerintah daerah optimistis target PAD 2025 dapat tercapai seiring intensifikasi pajak dan optimalisasi potensi retribusi di semester kedua tahun ini.*