SKRIP BANER ATAS
★ Unggulan -33% Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo
★ 5 (1)
Es Jeruk Jo
Rp 15.000 Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo
★ 5 (1)
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo
★ 5 (1)
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo
★ 5 (1)
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo
★ 5 (1)
Es Jeruk Jo
Rp 10.000

Order via WhatsApp
HUKUM

Terduga Bandar Sabu di Toili Ditangkap, Polisi Sita Babuk 18 Bungkus Plastik Bening

828
×

Terduga Bandar Sabu di Toili Ditangkap, Polisi Sita Babuk 18 Bungkus Plastik Bening

Sebarkan artikel ini
Penangkapan seorang pria terduga bandar sabu. Berikut babuk 18 paket sabu (Foto : Polres Banggai)

PORTAL LUWUK – Kasat Narkoba Polres Banggai IPTU Muhammad Kasim memimpin penangkapan MS (36), warga Kelurahan Tolando Kecamatan Batui, Banggai, Sulawesi Tengah. Pria MS ditangkap di Desa Rusakencana Kecamatan Toili, Banggai, Rabu (7/6/23) sekira pukul 00.05 WIB.

Penangkapan tersebut atas dugaan kepemilikan Narkotika berupa jenis sabu, dimana ia diduga nyambi sebagai pengedar.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Penangkapan pelaku MS disaksikan aparat desa setempat dan dilakukan atas informasi masyarakat. Yang bersangkutan sering terpantau melakukan transaksi narkoba di wilayah Kecamatan Toili.

Baca Juga :  Investigasi Dugaan Reklamasi Pantai, Jurnalis Metro Luwuk Dikejar Orang Tak Dikenal

“MS kami amankan atas laporan warga karena sering terjadi penyalahgunaan narkoba di wilayah Toili,”tegas IPTU Kasim.

Menurutnya, polisi menemukan barang bukti (Babuk) 18 paket sabu dibungkus plastik bening yang berada dalam sebuah tas selempang warna hitam.

“Hasil interogasi dan pengembangan yang dilakukan terhadap MS, barang haram tersebut dipesan dari seorang pria profesi sopir rental Luwuk-Palu,”terangnya.

Baca Juga :  Pelaku Cabul Anak Usia 6 Tahun Masuk Tahap II, Diterima JPU Kejari Banggai

Dari tangan MS, lanjut Kasat Narkoba Polres Banggai ini, pihaknya selain mengamankan 18 paket narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening.

Turut disita 1 buah bong (alat hisap), 2 buah macis gas, dan 1 buah sendok rakitan yang terbuat dari sedotan.

MS kemudian digelandang ke Polres Banggai untuk pengembangan dan penyelidikan.*