SKRIP BANER ATAS
BANGGAIDPRD Banggai

APBD-P 2026, PUPR Banggai Siapkan Rp800 Juta Bangun Jembatan Gantung Masungkang

39
×

APBD-P 2026, PUPR Banggai Siapkan Rp800 Juta Bangun Jembatan Gantung Masungkang

Sebarkan artikel ini
Irwanto Kulab dengan latar kondisi penyeberangan sungai Masungkang Banggai (Foto : Istimewa)

PORTAL LUWUK – Pembangunan jembatan gantung di Desa Masungkang Batui Selatan yang selama ini dikeluhkan warga akan segera diwujudkan dan dianggarkan melalui pembahasan APBD Perubahan Tahun 2026.

Hal ini terungkap dalam rapat kerja Komisi II tentang Pra Pembahanan KUA-PPS Tahun 2027 di gedung DPRD Banggai, Selasa (4/8/2026).

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

“Salah satu yang diungkap dalam pembahasan yakni pembangunan jembatan Masungkang oleh Dinas PUPR Banggai. Nantinya proyek ini akan dibahas dalam APBD Perubahan 2026,”ujar Ketua Komisi II DPRD Banggai, Irwanto Kulab.

Baca Juga :  Pemda Banggai Resmi Bertambah Dua OPD, DPRD Sahkan Raperda BRIDA dan Damkar

Pembangunan jembatan gantung Masungkang tambah Irwanto, dibuat dengan kontruksi pemajangan tiang pancang sepanjang 80 meter. Diharapkan ini akan bisa dilalui sebagai jalur alternatif penyeberangan.

Selian itu, program ini juga telah melalui perhitungan sebagaimana tertuang dalam perencanaan DED (Detail Engineering Design). Dimana didalamnya berisi topografi disertai gambar teknis, spesifikasi dan perhitungan struktur bangunan.

“Jadi diperkirakan hanya membutuhkan kurang lebih Rp800 juta anggaran, begitu hitungan pihak PUPR,”sebut Irwanto.

Baca Juga :  Dosen UMLB Erniwati La Abute Raih Gelar Doktor di UIN Alaudin Makassar

Sebelumnya, dari hasil hitungan Dinas PUPR Banggai, biaya pembangunan yang dibutuhkan sebesar Rp1,6 miliar. Namun ditengah efisiensi saat ini, pihak PUPR mengubah anggaran dengan cara mencari letak cekungan sungai agar biaya pembangunannya bisa ditekan dan dibangun dengan biaya Rp800 juta.

“Ada pengurangan anggaran karena PUPR akan mencari lokasi alternatif. Apalagi kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Masungkang karakteristiknya berbeda, maka jalan satu satunya ditempatkan pada cekungan yang tepat,”beber Irwanto.*