PORTAL LUWUK—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai memulai pelaksanaan proyek pembangunan di bidang pengairan.
Program pada bidang yang dipimpin Takdir Said, ST ini merupakan lanjutan Pembangunan Saluran Drainase Pasar Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan. Proyek ini dibandrol dengan angka pagu mencapai Rp1.494.107.008 serta Harga Perkiraan Sendiri (HPS) senilai Rp1.493.711.000.
Berdasarkan dokumen lelang, CV. Lux Tiga Putra keluar sebagai pemenang tender dan dipercaya menggarap proyek konstruksi ini. Kontraktor asal Desa Sentral Sari, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, tersebut sepakat mengunci nilai penawaran terkoreksi di angka Rp1.472.431.015 dengan harga hasil negosiasi akhir sebesar Rp1.470.000.000.
Untuk mengatasi persoalan genangan air secara maksimal di area pusat perniagaan itu, pembangunan saluran ini dipastikan menerapkan struktur beton pracetak atau sistem u-ditch.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Pengairan, Astrid Dwijayanthi, mengungkapkan bahwa kontrak kerja proyek lanjutan ini telah ditandatangani sejak dua pekan lalu. Sebagai langkah awal teknis di lapangan, pihaknya bersama kontraktor pelaksana juga telah merampungkan tahapan Mutual Check Nol (MC Nol).
“Sudah teken kontrak dan sudah MC nol,” ujar Astrid, menegaskan kesiapan dimulainya pekerjaan fisik.
Ia menjelaskan, hasil dari pengukuran dan evaluasi MC Nol tersebut melahirkan sejumlah penyesuaian kondisi di lapangan, khususnya terkait kalkulasi tambah-kurang volume pekerjaan. Berdasarkan perencanaan teknis, saluran air dengan beton pracetak itu akan membentang sepanjang 170 meter.
Adapun titik awal pembangunan dipetakan mulai dari perempatan Jalan Pulau Labobo dan Jalan Pulau Banggai hingga tembus ke arah laut. Titik pengerjaan lainnya juga menyasar Jalan Pulau Buru yang berada di dalam kompleks Pasar Simpong. Karena fungsinya vital untuk membuang alur air langsung ke pesisir pantai, Bidang Pengairan turut merancang dua perlintasan air atau crossing di ruas Jalan Labobo dan Jalan Pantai Pasar Simpong. “Nanti dibangun juga outlet existing,” pungkasnya. (*)
SKRIP BANER ATAS














