SKRIP BANER ATAS
★ Unggulan Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000

Order via WhatsApp
BANGGAI

Dibalik Peran Sukri, Ikut Mendorong Bupati Amirudin Benahi ‘Kepala Burung’

736
×

Dibalik Peran Sukri, Ikut Mendorong Bupati Amirudin Benahi ‘Kepala Burung’

Sebarkan artikel ini
Sukri Djalumang

Adapun ruas jalan yang perlu ditangani lanjut Ketua Komisi 1 DPRD Banggai ini, yakni kelanjutan poros Baloa – Talima di Kecamatan Balantak Selatan.

Dimana pada tahun 2022 ini, jalan tersebut ikut terdanai sebesar Rp 2 miliar, namun masih ada beberapa ruas yang belum tercaver pendanaannya.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Termasuk ruas Bombanon-Sulubombong di Kecamatan Mantoh, yang juga sudah teranggarkan Rp 1,5 miliar tahun ini juga. Namun masih butuh penambahan anggaran untuk perampungan.

Selain itu, ruas Bolo-Bombanon, poros tanah merah serta ruas Salipi-Tikupon di Kecamatan Bualemo juga butuh perbaikan. Dan ada beberapa poros lain juga ikut terdanai.

Baca Juga :  Hari Kesatuan Gerak TP PKK Ke 53 Diperingati, Siap Wujudkan Warga Banggai Berdaya Saing, Maju dan Sejahtera

Termasuk poros Cemerlang -Pospaduatakarya, Ranga Ranga – Kembang Merta di Kecamatan Masama yang kondisi jalannya sudah rusak berat.

“Semua ini butuh pendanaan besar. Dan perbaikan ini akan memudahkan akses warga dalam menopang pertumbuhan ekonomi mereka di wilayah tersebut,”imbuhnya.

Selain pembiayaan pembangunan sektor infrastruktur di PUPR Banggai, kebijakan penganggaran dana alokasi umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), pada sektor pendidikan, juga turut terdanai melalui instansi lain.

Baca Juga :  Rumah Potong Unggas hingga Kandang Sapi, Ini Lingkup Pekerjaan PUPR Banggai untuk Lanjutan RPH Pasar Simpong Luwuk

Tahun ini, Rp 15 miliar untuk sektor pendidikan di wilayah kepala burung. Meski disatu sisi, lanjut Sukri, keterbatasan anggaran, tentu tidak harus mengabaikan wilayah lain yang juga sangat membutuhkan pendanaan pembangunan.

“Wilayah lain juga tak sedikit anggaran pembangunan yang dikuncurkan. Hanya saja tahun ini fokusnya kepala burung, ditengah terbatasnya anggaran,”tandasnya.*