SKRIP BANER ATAS
★ Unggulan -33% Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo
★ 5 (1)
Es Jeruk Jo
Rp 15.000 Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo
★ 5 (1)
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo
★ 5 (1)
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo
★ 5 (1)
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo
★ 5 (1)
Es Jeruk Jo
Rp 10.000

Order via WhatsApp
INTERNASIONAL

Hari Ke 102 Genosida, Militer Israel Lakukan 15 Kali Serangan Pembantaian, 158 Syahid

832
×

Hari Ke 102 Genosida, Militer Israel Lakukan 15 Kali Serangan Pembantaian, 158 Syahid

Sebarkan artikel ini
Petugas medis di salah satu rumah sakit di Jalur Gaza menyelamatkan seorang bocah, korban pengeboman jet tempur militer Israel yang menyasar kediaman warga. (Foto : Istimewa)

JAKARTA, PORTAL LUWUK – Perang genosida ‘Badai Al-Aqsha’ yang digencarkan Israel telah berlangsung selama 102 hari, terhitung hingga Selasa (16/1/2024), militer Israel telah melakukan 15 kali pembantaian.

“Hari ke-102 agresi brutal Israel di Jalur Gaza, militer Israel telah melakukan 15 kali pembantaian terhadap penduduk di Jalur Gaza. Akibat pembantaian itu, 158 orang syahid dan 320 orang terluka selama 24 jam terakhir,”tutur Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina, dr. Ashraf Al-Qudra melalui rilis resmi Kemenkes Palestina, Selasa (16/1/2024).

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Korban yang menjadi sasaran pembantaian militer Israel sebut Ashraf, sebagian masih berada dibawah reruntuhan dan sebagian lagi berada di jalanan. Sementara, kru ambulans serta pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka.

Baca Juga :  Serangan Israel di Jalur Gaza Kembali Memakan Korban, 50 Syuhada dan Puluhan Terluka

Perang terlama sepanjang sejarah Palestina yang dimulai 7 Oktober 2023 itu, telah memakan korban warga sipil meningkat menjadi 24.285 orang mati syahid dan 61.154 orang terluka. Ashraf menyampaikan peringatan kepada Kementerian Kesehatan Palestina bahwa komplikasi kesehatan serius akan dialami pasien kronis.

Baca Juga :  Korban Syahid Warga Gaza Tembus 29.092 Orang, 69.028 Mengalami Luka Luka

“Ada 350 ribu pasien kronis tanpa pengobatan di Jalur Gaza,”bebernya.
Kemenkes Palestina menyerukan kepada lembaga-lembaga internasional untuk segera menyediakan obat-obatan bagi pasien kronis.(top)