SKRIP BANER ATAS
★ Unggulan Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000
Es Jeruk Jo
ES Jeruk Jo ★ 5
Es Jeruk Jo
Rp 10.000

Order via WhatsApp
BANGGAI

Waspada! Kebakaran di Bukit Tsunami Hanga Hangga Luwuk Selatan Dipadamkan

1021
×

Waspada! Kebakaran di Bukit Tsunami Hanga Hangga Luwuk Selatan Dipadamkan

Sebarkan artikel ini
Bahaya kekeringan akibat kemarau berpotensi terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Nampak kegiatan pemadaman sumber api di Bukit Tsunami Hanga Hanga Luwuk Selatan (Foto : Polres Banggai)

PORTAL LUWUK – Bahaya kekeringan berpotensi terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Baru baru ini, Minggu (29/10/2023) pukul 11.00 Wita, Bahbinkamtibmas Polsek Luwuk Aipda David FS dan warga bergerak cepat memadamkan api.

Sumber api tersebut membakar lahan kompleks Bukit Tsunami Kelurahan Hanga-Hanga, Luwuk Selatan.

iklan
Scrool Untuk Membaca Berita

Aipda David mengatakan, awalnya ia menerima informasi adanya kebakaran lahan di wilayah binaannya. Tanpa menunggu lama ia langsung menuju lokasi. Didapati warga sedang bahu membahu memadamkan api yang membakar lahan tersebut.

Baca Juga :  Dinas Perikanan Banggai dan PT PAU Bimtek Cara Penanganan Ikan, Libatkan 70 Nelayan Moilong

Aipda David FS menuturkan, warga bergotong royong memadamkan api tepat di Jalan Induk PLTG Buenteng menggunakan alat seadanya seperti wadah dan selang air.

“Bersyukur api dapat dipadamkan berkat kerja keras warga, meski masih menyisakan api kecil. Hingga api benar benar dipadamkan keseluruhan,”pungkasnya.

Baca Juga :  Merah Putih Diarak Sepanjang 1 Kilometer, Titik Star Alun Alun Kota Menuju Kilo 5 Luwuk Selatan

Warga sekitar mengaku, penyebab kebakaran kemungkinan sumber api berasal dari puntung rokok, lalu membakar semak kering hingga api membesar.

“Kami menghimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada dan tetap siaga mengantisipasi kebakaran lanjutan di lokasi. Mengingat saat ini musim kemarau yang rentan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,”tutur Aipda David.*